19 Juni 2017

Pengamat Ini Curiga Ada Pihak Berkuasa Di Balik Sepak Terjang KPK

Terpilihnya Agun Gunanjar sebagai ketua Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah “Berkah Tersembunyi” (Blessing in Disguise) bagi Partai Golkar. Ini momentum yang langka, dimana Partai Golkar akan menunjukan kelasnya sebagai partai terbesar di Indonesia. Demikian disampaikan pengamat politik, Arvi Jatmiko saat ditemui Golkarpedia, selasa (20/6/2017).

“Saya berharap cara-cara elegan dalam penyelesaian Hak Angket KPK lahir dari Pansus yang dinakhodai politisi Partai Golkar ini.” Kata master Komunikasi jebolan Universitas Indonesia ini. Arvi tegas mengkritisi cara KPK membentuk opini masyarakat melalui framing media massa. “Upaya KPK membentuk opini bahwa pansus hak angket ini akan melemahkan dan mungkin akan mematikan peran KPK dalam menumpas korupsi Indonesia itu keliru!” ujarnya.

Menurut Arvi,KPK sebagai badan superbodi dimana memiliki kekuasaan tidak terbatas, lahir dari inisiatif DPR dengan tujuan mencegah dan menumpas korupsi di Indonesia. Namun belakangan KPK menjadi momok menakutkan bagi anggota DPR itu sendiri. “Ini bukan soal Politik atau Hukum. Ini adalah soal kekuasaan. Yang jadi pertanyaan, siapakah pihak yang berkuasa dibalik KPK?” tanya Arvi.

Arvi berharap hasil akhir Pansus Hak Angket ini diharapkan memperkuat KPK menjadi lembaga anti ruswah yang bekerja secara bersih, transparan dan profesional. “Caranya? Dengan fokus pada penguatan peran KPK dan bukan berbicara pada kasus per kasus yang sedang ditangani oleh KPK.” pungkas Arvi. [kontributor Jakarta]

fokus berita :