29 Mei 2019

Berita Golkar - Turunnya perolehan kursi DPR RI Partai Golkar dari 91 menjadi 85 kursi disebut-sebut menjadi kegagalan Airlangga Hartato sebagai Ketua Umum. Banyak pihak mendesak percepatan Munas Partai Golkar dan diperkirakan persiapan akan dimulai usai Lebaran atau pertengahan Juni nanti.

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Abdul Aziz menanggapi bahwa Munas Partai Golkar mau tidak mau memang harus terjadi di tahun ini untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan Partai Golkar yang terjun bebas dibawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

Baca juga: 25 DPD I Diklaim Dukung Percepat Munas Golkar Pada Juli 2019

“Seperti diketahui bersama, masa bhakti kepengurusan Ketum Airlangga akan selesai tahun ini, yang jadi perdebatan di internal adalah bulan apa Munas harus dilakukukan. Bagi kami, evaluasi menyeluruh terhadap perolehan suara partai yang menurun ini harus dilakukan secepatnya. Sarana yg paling tepat adalah Munas itu sendiri” kata Abdul Aziz kepada Golkarpedia.

Terkait isu yang berkembang bahwa telah terjadi kosolidasi 25 DPD I dan II untuk mempercepat Munas, Abdul Aziz menjelaskan hal itu sangat mungkin terjadi. “Kemungkinan besar ya, karena peran DPP saat pileg kemarin sangat minim di daerah bahkan nyaris tidak ada, maka berdasarkan evaluasi dan masukan ketua-ketua PD AMPG di daerah percepatan Munas mutlak untuk segera dilakukan” sambung Abdul Aziz.

Baca juga: Hanya Dapat 85 Kursi DPR, Azis Samual Minta Ketum dan Sekjen Golkar Mundur

“Kalau elit-elit golkar masih wait and see, yang jelas selama ini Golkar sangat fair memberikan evaluasi terhadap pimpinan, kalau dinilai gagal ya pasti kita dorong agar Airlangga diganti dalam Munas nanti” pungkasnya. “Kami PP AMPG sebagai sayap partai akan tetap menyuarakan percepatan Munas ini demi mengembalikan kejayaan partai” pungkasnya. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Abdul Aziz #Airlangga Hartarto


Kategori Berita Golkar Lainnya