Berita Golkar – Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Transisi Energi dan Ekonomi Hijau (Satgas TEH) untuk mempercepat penurunan emisi. Pembentukan Satgas dilakukan berdasarkan Keputusan Menko Perekonomian No. 141/2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menetapkan target pengurangan emisi sebesar 31,89% secara mandiri dan hingga 43% dengan dukungan internasional pada tahun 2030.
“Satgas ini memiliki empat kelompok kerja (pokja) yang berfokus pada energi hijau, industri hijau, kemitraan dan investasi hijau, serta pengembangan sosial, ekonomi, dan sumber daya manusia,” terang Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (24/3/2025), dikutip dari Investor.
Guna mengejar target transisi energi, pemerintah bersama negara-negara International Partners Group (IPG) dan Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ) di Just Energy Transition Partnership (JETP) konsisten melakukan sejumlah langkah untuk mendukung transisi energi Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Adapun dukungan internasional mencakup pendanaan dan kerja sama teknis.
JETP Indonesia sudah mendapatkan pendanaan senilai US$ 1,1 miliar. Dana tersebut akan disalurkan untuk 54 proyek dalam sejumlah sektor. Terdapat 9 proyek mendapatkan pendanaan dalam bentuk pinjaman atau ekuitas; dan 45 proyek lainnya menerima hibah senilai US$ 233 juta.
Sementara itu, IPG telah mengamankan jaminan senilai US$ 1 miliar melalui Multilateral Development Banks (MDB) Guarantee untuk mempercepat pelaksanaan proyek-proyek transisi energi bersih.
“Dari implementasi JETP ini sebanyak 54 proyek telah menerima dukungan pendanaan internasional dengan komitmen US$ 1,1 miliar,” ucap Airlangga.
Dia mengatakan satu proyek yang diharapkan bisa beroperasi di tahun 2027 yaitu proyek terkait biothermal di Muara Laboh, Sumatera Barat. Sementara itu proyek yang masih termasuk dalam kategori pipeline adalah Saguling fotovoltaik yaitu proyek pembangkit listrik tenaga surya terapung di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Lalu proyek dekarbonisasi dalam bentuk pensiun dini PLTU Cirebon.
“Di samping itu juga ada beberapa proyek yang lain termasuk waste to energy yang diusulkan untuk segera masuk di dalam pipeline JETP yaitu yang di proyek di Legok Nangka di Jawa Barat,” tegas Airlangga. {}