Berita Golkar – Sekitar seribu kader memenuhi Hotel Mercure Samarinda, guna menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang dibuka Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia di hotel tersebut, Sabtu sore tadi.
Sebanyak 700 kursi yang disiapkan panitia di aula lantai 3 hotel tersebut tidak mampu menampung semua yang hadir, sehingga banyak kader yang berdiri, banyak juga yang berada di luar aula karena dalam ruang sudah penuh.
Saat membuka musda tersebut Bahlil mengatakan bahwa saat ini ia merupakan orang daerah yang datang ke ibu kota, karena sekarang Ibu Kota Negara sudah pindah ke Kalimantan Timur, yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN), tepatnya berlokasi di antara Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.
Ia juga mengatakan bahwa dalam Musda ini, Rudy Mas’ud yang merupakan Gubernur Kalimantan Timur, merupakan kandidat kuat tanpa tandingan, sehingga bisa dipastikan akan kembali menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim.
“Saya melihat kepemimpinan Rudy Mas’ud selama menjadi Ketua DPD Golkar Kaltim periode 2020-2025 berjalan baik, terbukti berhasil memenangkan kontestasi Pilkada dan terpilih menjadi Gubernur Kaltim,” kata Bahlil, dikutip dari AntaraNews.
Kemudian dalam Musda ini Rudy Mas’ud maju lagi sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim, sementara tokoh dan kader lainnya tidak ada yang berani bersaing.
“Itu artinya banyak dari para kader hingga jajaran Golkar yang menginginkan agar Rudy Mas’ud kembali memimpin Golkar Kaltim untuk periode selanjutnya. Buktinya adalah tidak ada calon yang mengajukan daftar di steering komite,” kata Bahlil.
Ia juga mengatakan bahwa Musda Golkar merupakan struktur tertinggi di tingkat DPD dan memiliki tiga fungsi, yakni mengevaluasi program kerja pengurus sebelumnya, menyusun program kerja untuk periode mendatang, dan untuk memilih Ketua DPD Golkar.
Bahlil juga berpesan kepada Rudy Mas’ud, setelah terpilih di musda ini agar segera melakukan musda di tingkat kabupaten/kota, dilanjutkan dengan pergantian pengurus kecamatan, lalu ke desa untuk menguatkan konsolidasi.
Sementara Rudy Mas’ud mengajak semua tokoh dan kader agar Partai Golkar bisa menjadi partai yang lebih baik ke depan, yakni dimulai dengan kebersamaan membangun fondasi lebih solid, karena tantangan ke depan akan lebih besar.
Sementara Hetifah Sjaifudian, Pengurus DPP Partai Golkar yang juga Ketua Komisi X DPR RI, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Musda yang menurutnya berlangsung spektakuler dengan penekanan pada budaya, terlihat dari ornamen di pintu masuk, di dalam, bahkan sajian tari pun bernuansa budaya.
“Pendekatan budaya dalam penyelenggaraan musda bukan sekadar simbol penghormatan terhadap kekayaan lokal, tetapi juga strategi membangun semangat kader partai dari berbagai daerah. Saya ingin Kaltim menjadi pusat perhatian dari segala sisi baik secara politik, ekonomi, maupun budaya,” kata Hetifah.