Berita Golkar – Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku, Rizal Sangadji membantah keras tudingan pemberitaan salah satu media lokal yang menyebutkan bahwa Boy Sangadji menjadi dalang dibalik proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Golkar di DPRD Maluku. Hal itu disampaikan Rizal kepada wartawan di Ambon, Senin (28/07/2025).
“Ini fitnah keji dan framing untuk membunuh karakter bang Boy yang adalah seorang tokoh Maluku. karena apa yang dituding tidak berdasarkan fakta,” kata Rizal, dikutip dari RRI.
Menurutnya, proses PAW di Golkar hingga kini masih sementara berjalan. Golkar belum menunjuk siapa untuk mengisi kursi Golkar di DPRD Maluku yang ditinggalkan mendiang Rasyad Effendi Latuconsina.
Nama yang digadang-gadang akan mengisi kursi itu adalah Azis Mahulette, karena keluar sebagai peraih suara terbanyak kedua Golkar di Dapil Maluku Tengah (Malteng).
Berjalan waktu, Asis Mahulette kemudian diberhentikan dan kartu keanggotaannya dicabut oleh Dewan Etik DPP Golkar karena terbukti berseberangan dengan perintah partai di Pilkada 2024 lalu.
Keputusan pemberhentian Azis Mahulette tertuang dalam putusan perubahan dewan etik partai Golkar nomor 10/DE/GOLKAR/PUTUSAN/VII/2025.
“Sehingga ada yang menuding bahwa otak dari proses ini adalah Boy Sangadji. Ini kan hal yang naif. Boy itu pengusaha nasional, bukan pengurus Golkar di tingkat DPD maupun DPP lalu mau “cawe-cawe” dengan urusan partai Golkar,” tegas kader muda Golkar Maluku itu.
Lagipula, lanjutnya, proses ini telah melalui persidangan resmi di dewan etik. Semua pihak yang terlibat dihadirkan dalam sidang. Putusan dewan etik merujuk pada bukti dan fakta lapangan, bukan asumsi.
Rizal menghimbau kepada semua pihak agar lebih mengedepankan suasana yang guyub dengan membangun narasi sesuai data dan fakta, bukan yang provokatif. {}