Satkar Ulama Jaksel Gelar Santunan Anak Yatim dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera–Aceh

Berita GolkarSatuan Karya Ulama (Satkar Ulama) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jakarta Selatan menggelar kegiatan santunan anak yatim dan doa bersama sebagai wujud solidaritas terhadap para korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh. Kegiatan bertajuk “Satu Hati, Satu Doa” ini dilaksanakan di Asrama Yatim dan Pemberdayaan Zakat, Jakarta Selatan.

Acara tersebut diikuti oleh jajaran pengurus Satkar Ulama DPD Jakarta Selatan, tokoh masyarakat, serta anak-anak yatim piatu penerima santunan. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan untuk berbagi kepedulian sosial sekaligus memperkuat ikhtiar spiritual di tengah situasi kemanusiaan yang memprihatinkan.

Ketua Satkar Ulama DPD Jakarta Selatan, Arief Taufik Wijaya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang terdampak musibah bencana alam.

“Di tengah bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh, kami ingin menghadirkan kepedulian yang nyata. Selain membantu anak-anak yatim di sekitar kita, kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan, kekuatan, dan pemulihan bagi para korban bencana,” ujar Arief dalam sambutannya.

Menurut Arief, kepedulian sosial tidak selalu diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, melainkan dari konsistensi dan kehadiran di saat masyarakat membutuhkan. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai gotong royong dan empati, terutama dalam situasi krisis kemanusiaan seperti saat ini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu, dilanjutkan dengan makan bersama, serta doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan dan pemulihan para korban bencana alam di Sumatera dan Aceh agar diberikan ketabahan dan perlindungan.

Adapun santunan diberikan kepada 20 anak-anak yatim piatu berupa uang dan souvenir serta kepada panti asuhan berupa uang, beras, susu, telor, mie dan minyak goreng.

Satkar Ulama DPD Jakarta Selatan berharap kegiatan ini dapat menginspirasi berbagai elemen masyarakat untuk turut mengambil peran dalam membantu sesama, baik melalui aksi sosial maupun dukungan moral dan spiritual.

“Kami ingin menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dan solidaritas terhadap korban bencana adalah bagian dari tanggung jawab sosial kita bersama,” kata Arief.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat akan pesan Rasulullah SAW tentang keutamaan menyantuni anak yatim, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhari, yang menegaskan tingginya nilai ibadah sosial dalam ajaran Islam.