Walikota Bontang Neni Moerniaeni Nilai Pernikahan Dini Ancaman Masa Depan Generasi Muda

Berita Golkar – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan bahwa pernikahan dini masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda, karena berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Pernikahan Dini dan Isu Permasalahan serta Perilaku Hidup Remaja di Auditorium Tiga Dimensi Kota Bontang, yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang

“Pernikahan dini bukan hanya persoalan usia, tetapi menyangkut kesiapan fisik, mental, pendidikan, dan ekonomi. Dampaknya sangat besar, mulai dari stunting, putus sekolah, hingga kekerasan dalam rumah tangga,” ujar Neni, dikutip dari RadarBontang.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen menjalankan kebijakan pendewasaan usia perkawinan sesuai ketentuan perundang-undangan, yakni minimal 19 tahun, dengan usia ideal perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.

“Pencegahan pernikahan dini merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia dan upaya memanfaatkan bonus demografi. Ini harus dilakukan secara kolaboratif oleh keluarga, sekolah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya. {}