Gubernur Rudy Mas’ud Dorong Konektivitas Jalan Pesisir untuk Perkuat Ekonomi Kaltim

Berita Golkar – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji kembali melakukan kunjungan kerja ke wilayah utara Kaltim melalui kawasan pesisir Anggana–Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kota Bontang, hingga Kabupaten Kutai Timur, Senin (29/12/2025).

Kunjungan tersebut dalam rangka Laporan Administrasi Pembangunan sekaligus memastikan progres pembangunan infrastruktur berjalan sesuai perencanaan.

Dalam kunjungan itu, Gubernur ingin memastikan pelaksanaan pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Saat meninjau jalan di sekitar Bundaran Simpang 5 Muara Badak, Gubernur Rudy Mas’ud mengapresiasi hasil pekerjaan pelebaran jalan yang mencapai lebih dari 14 meter pada ruas sepanjang sekitar 900 meter.

“Wah luar biasa ini Pak Camat. Lebar jalannya saja sudah 14 meter lebih kita buatkan. Apa masih kurang Pak Camat,” ucap Gubernur kepada Camat Muara Badak Arfan yang menyambut rombongan, seperti dikutip dari Adpimprov.

Menurut Gubernur, rekonstruksi dan pelebaran badan serta bahu jalan bertujuan meningkatkan kapasitas jalur transportasi, memperlancar distribusi barang dan orang, serta mendukung kelancaran logistik. Infrastruktur yang memadai dinilai menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah pesisir.

“Pesisir ini banyak produksinya, terutama perikanan dan kelautan. Maka infrastrukturnya harus terintegrasi dan terkoneksi dengan sangat layak antar kabupaten dan kota,” ujar Rudy Mas’ud.

Terkait masih adanya ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten maupun badan usaha, Gubernur meminta Bappeda dan perangkat daerah terkait segera melakukan koordinasi agar penanganannya tidak terhambat.

“Jalan ini sangat vital. Tidak bisa kita biarkan rusak atau tidak bisa dilewati warga. Segera koordinasikan Dinas PU dengan pihak yang berwenang. Kalau memungkinkan, biar provinsi yang tangani,” tegasnya, menyinggung kondisi jalan di kawasan pipa Pertamina Muara Badak.

Selain wilayah pesisir Kukar, Gubernur dan Wakil Gubernur juga meninjau infrastruktur di Kota Samarinda. Saat melintasi kawasan Sambutan, Gubernur menilai progres pembangunan jalan sudah menunjukkan hasil yang cukup baik, namun masih perlu penguatan ke wilayah Samarinda Seberang.

“Ke depan, peningkatan perlu dipertimbangkan ke Samarinda Seberang. Di sana ada pelabuhan yang menjadi simpul logistik penting, sehingga kondisi jalan dan penerangan, termasuk PJU tenaga surya, harus mendapat perhatian,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan turut didampingi Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan serta tujuh kepala perangkat daerah, di antaranya Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Inspektorat, Diskominfo, dan BPKAD Kaltim.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim Aji M. Firnanda melaporkan bahwa peningkatan kualitas jalan pesisir, khususnya di Muara Badak, menjadi fokus pada tahun 2025. Salah satu prioritasnya adalah penambahan dan pelebaran bahu jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Tahun 2025 terdapat proyek APT dengan anggaran sekitar Rp4,7 miliar untuk pelebaran bahu jalan selebar 1,2 meter hingga 1,5 meter di beberapa titik, terutama pada akses permukiman dan jalan perusahaan,” jelas Firnanda.

Ia mengungkapkan, kondisi jalan di Muara Badak masih bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga retak buaya. Perbaikan terhadap ruas jalan yang mengalami kerusakan berat direncanakan mulai dilaksanakan pada Januari 2026 dengan koordinasi intensif bersama BPKAD Kaltim agar penanganannya optimal dan berkelanjutan. {}