Dialog di 15 Kampus Kaltim, Hetifah Tegaskan Peran Perguruan Tinggi Hadapi Tantangan Zaman

Berita Golkar – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyatakan, kampus atau perguruan tinggi bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan menjadi ruang strategis dalam pencetakan sumber daya manusia (SDM) masa depan bangsa.

“Penilaian ini didasarkan pada sepanjang tahun 2025, yakni saya melaksanakan kegiatan di 15 perguruan tinggi di Kalimantan Timur (Kaltim), mulai universitas, politeknik, hingga sekolah tinggi, sebagai bagian dari tanggung jawab selaku anggota DPR RI Dapil Kaltim di komisi yang membidangi pendidikan,” kata Hetifah dihubungi dari Samarinda, Minggu (29/12/2025), dikutip dari Antaranews.

Setiap kampus menghadirkan dinamika berbeda, namun satu benang merah terasa kuat, yakni semangat sivitas akademika untuk terus berbenah dan relevan dengan perubahan zaman.

Berbagai tema dibahas, dari topik pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk transformasi pembelajaran, pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi, penciptaan peluang ekonomi digital bagi mahasiswa, peningkatan mutu dosen, hingga proses transformasi kelembagaan kampus.

Hal ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi di Kaltim memiliki kesadaran tinggi terhadap tantangan masa depan. Mahasiswa tidak hanya antusias, tetapi juga kritis.

Mereka menyampaikan aspirasi tentang kesiapan kampus menghadapi era digital, akses terhadap teknologi pembelajaran, kepemimpinan, relevansi kurikulum dengan dunia kerja, serta pentingnya kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Dari para dosen dan pimpinan perguruan tinggi, aspirasi yang muncul relatif konsisten yakni kebutuhan penguatan kapasitas SDM dosen, kejelasan jenjang karier dan kesejahteraan, dukungan riset dan publikasi, perlunya dukungan yang lebih besar dari pemerintah bagi kampus swasta, serta percepatan proses kelembagaan bagi kampus-kampus yang tengah bertransformasi.

Mereka berharap kebijakan pendidikan tinggi tidak berhenti di pusat, tetapi benar-benar berpihak dan kontekstual dengan kondisi kampus di daerah.

“Kesan sangat positif saya rasakan ketika pada beberapa kesempatan dialog di kampus dihadiri langsung oleh para pengambil keputusan di Kemdiktisaintek, diantaranya Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof. Benny Bandanajaya, Direktur Sumber Daya Manusia Prof. Sri Suning, dan Direktur Kelembagaan Prof. Mukhamad Najib,” katanya.

Kehadiran mereka bukan hanya memperkaya diskusi secara substantif, tetapi juga memberi pesan kuat bahwa negara hadir, mendengar, dan membuka ruang dialog langsung dengan sivitas akademika.

“Respons kampus sangat antusias, aspirasi dapat disampaikan tanpa sekat, banyak pertanyaan teknis dijawab langsung di tempat. Rangkaian kegiatan ini menegaskan satu hal penting, perguruan tinggi bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan ruang strategis pembentukan masa depan bangsa,” kata Hetifah. {}