Cuaca Ekstrem, Gubernur NTT Melki Laka Lena Minta Setop Sementara Wisata Bahari Labuan Bajo

Berita Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, meminta agar seluruh aktivitas pelayaran dihentikan sementara di wilayah-wilayah yang oleh BMKG telah dinyatakan tidak aman untuk berlayar akibat kondisi cuaca ekstrem dan gelombang laut tinggi di perairan Labuan Bajo.

Permintaan tersebut disampaikan saat diwawancarai RRI Labuan Bajo, Senin (29/12) pagi, menyusul berulangnya kejadian yang berkaitan dengan keselamatan kapal. Gubernur menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan pelayaran dan pariwisata di Labuan Bajo.

“Menyikapi berbagai kejadian yang sudah beberapa kali terjadi di Labuan Bajo, kami meminta agar seluruh otoritas terkait pelayaran, khususnya KSOP dan pihak-pihak terkait lainnya, benar-benar bersinergi untuk memastikan sistem pelayaran dikelola dengan baik dengan mengutamakan aspek keselamatan,” ujar Gubernur NTT Melki Laka Lena, dikutip dari RRI.

Ia juga menegaskan, dalam kondisi cuaca ekstrem, tidak boleh ada kapal yang diizinkan berlayar dengan alasan apa pun, kecuali untuk kepentingan khusus seperti pengobatan atau keadaan darurat lainnya.

“Apabila pelayaran tidak dimungkinkan karena kondisi cuaca ekstrem, harus dipastikan tidak ada satu pun kapal yang berlayar,” tegasnya.

Selain penghentian pelayaran, Gubernur juga mengimbau seluruh wisatawan, biro perjalanan, pemandu wisata, travel agent, dan pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo untuk sementara menahan aktivitas wisata bahari hingga BMKG memberikan lampu hijau terkait kondisi cuaca.

Gubernur menekankan bahwa KSOP memiliki peranan kunci bersama otoritas perhubungan, kelautan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan keselamatan pelayaran, termasuk memastikan kapal-kapal yang beroperasi benar-benar dalam kondisi layak laut.

“Pemeriksaan kapal tidak boleh hanya sebatas dokumen, tetapi juga memastikan kondisi fisik dan keamanan kapal secara menyeluruh,” katanya.

Saat ini, kata Gubernur, fokus utama pemerintah adalah proses evakuasi dan pencarian korban. Pemerintah Provinsi NTT terus berkoordinasi dengan Basarnas Provinsi dan menerima laporan perkembangan pencarian di lapangan.

“Kami berharap empat korban asal Spanyol yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan. Terima kasih kepada Basarnas, KSOP, TNI, Polri, dan seluruh pihak yang terlibat,” ucapnya. {}