Yahya Zaini Kritik Minuman Impor Cina di MBG: Tidak Sesuai SOP dan Kandungan Gizi

Berita Golkar – Salah satu menu di makan bergizi gratis (MBG) berlabel ‘minuman rasa susu’ dan diduga diimpor dari China viral di media sosial.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini pun mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan impor pangan dalam program MBG.

“BGN harus memperketat makanan impor. Ini BGN kecolongan, ada minuman rasa susu tapi kandungannya tidak berisi susu,” ujar Yahya kepada wartawan, mengutip Selasa (6/1/2026), dikutip dari Konteks.

Program MBG, kata Yahya, seharusnya memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri. Dia menegaskan, minuman impor tak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan BGN.

“Minuman yang diimpor bukanlah susu murni sehingga kandungan gizinya tidak ada. Ini tidak sesuai dengan SOP BGN selama ini,” tegasnya.

Menurut Yahya, jika BGN memprioritaskan produk dalam negeri maka usaha di tingkat lokal akan semakin hidup.

“Peternak sapi susu di Tanah Air akan sangat terbantu dengan kehadiran MBG karena produksi mereka terserap di lapangan,” ucapnya.

Yahya juga meminta BGN bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan seluruh produk yang dikonsumsi dalam program MBG sesuai dengan SOP dan standar kandungan gizi.

Dia berpandangan, jika pasokan susu dalam negeri tidak mencukupi, produk yang diimpor seharusnya adalah susu murni.

“Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dari BGN. Tidak berjalannya SOP terkait standar kandungan gizi. Apalagi mengandung kadar gula yang tinggi, yang seharusnya dihindari oleh BGN,” katanya.

“Saya berpesan ke depan kasus serupa tidak terulang kembali, karena merugikan penerima manfaat. Seharusnya mendapat asupan gizi yang baik ternyata susu yang diminum tidak ada gizinya,” tegasnya.

Sementara, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang merespons temuan tersebut. Dia pun mengingatkan kemungkinan sanksi bagi SPPG terkait.

Pihaknya, kata Nanik, memiliki ketentuan yang sangat ketat terkait bahan pangan dalam program MBG. Salah satunya, larangan penggunaan produk impor.

“Tidak boleh sedikitpun bahan pangan MBG berasal dari impor. BGN tidak pernah memberikan izin penggunaan susu atau produk impor apa pun,” kata Nanik menukil detikcom.

Aturan tersebut, tegas Nanik, bersifat mutlak dan mengikat seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah.

Dia juga mengingatkan, MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, pelanggaran terhadap ketentuan akan berujung pada sanksi tegas.

“Kalau terbukti digunakan, akan kami tindak keras, termasuk sanksi hingga penghentian sementara atau suspend,” tegasnya lagi.

Nanik menambahkan, BGN membuka ruang pengawasan publik. Dia meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan dugaan penggunaan susu atau produk impor dalam menu MBG. “Jika masyarakat menemukan susu impor, silakan laporkan melalui call center BGN di nomor 127,” tandasnya. {}