Berita Golkar – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ranny Fahd Arafiq menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas konsistensi dan keberanian dalam mengambil kebijakan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) secara nasional. Ranny menilai kabar baik bagi para pekerja di seluruh Indonesia ini mencerminkan keseriusan pemerintah mendengar aspirasi pekerja dan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan tenaga kerja.
“Kami mengapresiasi kerja pemerintah yang terus berupaya menghadirkan kebijakan yang adil dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara yang patut disambut dengan rasa syukur dan optimisme,” tutur Ranny yang juga Waketum PP KPPG ini.
Menurut Ranny, kenaikan UMP rata-rata 6,5 persen pada tahun 2025 merupakan sinyal positif bahwa negara hadir dan berpihak pada kesejahteraan pekerja. Kebijakan ini dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menumbuhkan harapan baru di tengah dinamika ekonomi nasional.
“Ini adalah kabar yang menggembirakan bagi para pekerja. Kenaikan UMP menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi kesejahteraan buruh dan menjaga keadilan sosial,” ujar legislator Partai Golkar asal Kota Depok dan Kota Bekasi ini dengan penuh optimisme.
Ranny mencontohkan, UMP di DKI Jakarta kini mencapai lebih dari Rp. 5,3 juta, sementara rata-rata UMP nasional telah berada di kisaran Rp. 3,3 juta per bulan. Tren positif ini diproyeksikan berlanjut hingga tahun 2026, dengan sejumlah provinsi kembali mencatatkan kenaikan upah minimum.
“Jika dijalankan dengan pengawasan yang baik dan dialog yang sehat antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha, kebijakan ini bisa menciptakan iklim ketenagakerjaan yang lebih harmonis dan berkelanjutan,” tambah Ketua MPI DPP KNPI ini.
Ranny menilai kebijakan pengupahan yang mempertimbangkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan rekomendasi Dewan Pengupahan Nasional ini merupakan langkah seimbang antara kepentingan pekerja dan keberlangsungan dunia usaha.
“Ini bukan hanya soal angka upah, tapi tentang harapan, semangat, dan masa depan pekerja Indonesia yang lebih sejahtera,” pungkas Ranny Fahd Arafiq.













