Mendukbangga Wihaji Soroti Peran MBG dalam Penurunan Stunting di Jawa Barat

Berita Golkar – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu faktor penurunan stunting di Jawa Barat (Jabar), termasuk di Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut disampaikannya saat berdialog bersama tim pendamping keluarga (TPK) sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga berisiko stunting di Kecamatan Kabandungan, Sukabumi, Senin (12/1/2026).

“Se-Indonesia itu ada 597.692 TPK, salah satu yang terbesar itu di Jawa Barat karena penduduknya terbanyak, 2,8 juta, termasuk di Sukabumi, kecamatannya 47, desanya 381. Karena itu, kalau kita mau bergerak, termasuk percontohan kuantitas itu Jabar. Alhamdulillah untuk stunting juga turunnya luar biasa di Jawa Barat,” katanya.

Ia mengemukakan, intervensi untuk menurunkan stunting terus dilakukan di Jawa Barat melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

“Nanti apa yang bisa kita kerjakan, kita kerjakan, termasuk program MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B),” ujar dia, dikutip dari Antaranews.

Namun demikian, menurutnya, angka stunting belum bisa dipastikan penurunannya, mengingat pengukuran harus dilakukan sesuai data, dan stunting juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya asupan gizi, tetapi bisa dari sanitasi buruk, kurangnya air bersih, atau pernikahan dini.

Ia menjelaskan, Kemendukbangga/BKKBN memegang amanah turut mendistribusikan MBG sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025, di mana pada pasal 47 disebutkan Kemendukbangga/BKKBN mendayagunakan kader pendamping keluarga untuk distribusi MBG kepada sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah 5 tahun mulai usia 6 bulan, dan edukasi pola konsumsi pangan sehat di tingkat keluarga.

“Karena itu, kita cek di lapangan apakah ada masalah, mengingat ada beberapa tempat ternyata mungkin kemarin ada yang viral (pemberian MBG menggunakan kantong plastik), masalah itu kita pastikan jangan sampai terulang,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia, TPK akan selalu berada di garda depan untuk membantu distribusi MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, selain ditambahkan juga melalui intervensi program-program yang berkenaan dengan pengentasan stunting, seperti Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting).

Kader-kader TPK atau penyuluh Kemendukbangga/BKKBN memberikan MBG kepada sasaran 3B dalam waktu yang bervariasi, tetapi, Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kemendukbangga/BKKBN menetapkan standar pemberian MBG bagi 3B yakni tiga kali berupa makanan kering dan dua kali makanan basah. Para kader juga memberikan langsung MBG pada keluarga risiko stunting yang membutuhkan.

Para kader yang mendistribusikan MBG ke rumah-rumah juga diberikan insentif Rp500-Rp1.000 per omprengnya. Di Kecamatan Kabandungan, lokasi yang dikunjungi Wihaji, total sasaran 3B yang diberikan MBG sebanyak 3.226 orang. {}