Berita Golkar – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menginstruksikan penataan ulang kawasan pesisir Kampung Payung-Payung melalui relokasi permukiman warga sebagai upaya mengatasi abrasi pantai dan merevitalisasi destinasi wisata utama Pulau Maratua.
Arahan tersebut disampaikan langsung oleh Rudy Mas’ud setelah melakukan peninjauan kondisi abrasi di Kampung Payung-Payung yang berlokasi di kawasan bandara, pintu gerbang utama wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung via jalur udara, Sabtu (17/1/2026).
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Rudy menyempatkan diri meninjau Goa Halo Tabung, salah satu obyek wisata alam andalan di Maratua, sebelum akhirnya turun langsung ke lokasi abrasi yang dilaporkan menggerus garis pantai Kampung Payung-Payung.
“Rumah penduduk ini kita relokasi, turap atau tanggul ini dibongkar saja sehingga pantainya lebih luas. Dengan begitu, wisatawan dapat menikmati pantai yang bersih dengan pasir putih karena itulah keunggulan utama wisata Maratua, pantainya,” kata Rudy Mas’ud dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (18/1/2026), dikutip dari Bisnis.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kaltim ini menegaskan bahwa proses relokasi permukiman warga harus dilaksanakan melalui pendekatan dialogis dan persuasif guna menghindari resistensi sosial.
Adapun, dia menuturkan penataan kawasan pesisir bukan sekadar solusi teknis menghadapi abrasi, melainkan strategi jangka panjang untuk mendongkrak kunjungan wisata yang pada gilirannya akan berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.
“Apalagi Kampung Payung-Payung merupakan gerbang utama bagi wisatawan yang datang ke Maratua melalui jalur udara karena bandaranya berada di sini. UMKM nantinya bisa ditempatkan di seberang jalan agar ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” pungkasnya. {}













