Berita Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memberikan peringatan serius kepada ASN lingkup pemprov NTT.
Ia meminta ASN untuk mengurangi kegiatan rapat-rapat. Program OPD harus berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kurangi itu yang namanya rapat-rapat. Atensi anggaran sektor kesehatan khususnya stunting nilainya besar, namun malah kurang berdampak bagi masyarakat penerima manfaat yang membutuhkan. Ini jadi perhatian serius,” tegas Melki, saat apel pagi Senin (19/1/2026), dikutip dari KoranNTT.
Ia juga menegaskan dan memperingati agar seluruh Perangkat Daerah dalam penyusunan perencanaan program dan kegiatan untuk menyajikan data yang real dan tidak manipulatif.
Gubernur meminta agar Perangkat Daerah bisa jeli sehingga program-program yang tidak berdampak di setiap sektor masing-masing Perangkat Daerah bisa dihilangkan, sehingga kebutuhan dasar masyarakat di setiap sektor dapat terakomodir.
“Jangan sajikan data atas dasar ‘Asal Bapak Senang’ atau untuk kepentingan formal adminsitratif saja. Sajikan saja apa adanya. Saya tegaskan kembali agar program dan apa yang kita belanjakan harus selaras dengan target baik pusat dan daerah dan yang tidak tidak punya dampak langsung bagi masyarakat agar dicoret,” terangnya.
“Masih saya dengar laporan terkait absensi sidik jadi yang bisa dimanipulasi sistemnya. Bahkan yang titip absen. Sehingga data yang disajikan tidak valid sesuai kondisi riil. Untuk itu, saya minta Pak Inspektur dan jajaran agar beri tindakan tegas tiap Perangkat Daerah yang masih lakukan hal ini,” ungkap Melki.
“Saya rasa toleransi terkait kedisiplinan ASN cukup setahun kepemimpinan saya dan Pak Wagub Johni. Untuk tahun ini dan ke depan kami tentu akan mengambil langkah tegas agar disiplin dan kinerja ASN lingkup Pemprov bisa meningkat,” pungkas Gubernur Melki. {}













