Berita Golkar – Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai rencana pengerahan satu brigade pasukan TNI ke Gaza, Palestina sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Kata Dave, Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian Gaza memiliki tanggung jawab moral dan politik dalam menjaga stabilitas kawasan.
“Pengerahan pasukan ini bukan semata misi militer, tetapi misi kemanusiaan dan diplomasi yang mencerminkan peran aktif Indonesia dalam menjaga perdamaian global,” kata Dave saat dihubungi, Selasa (27/1/2026), dikutip dari RM.
Ia meyakini, pasukan TNI yang akan diberangkatkan ke Gaza disusun dengan formasi komprehensif. Memiliki spesialisasi yang saling melengkapi.
Dari infanteri yang menjaga keamanan, zeni membangun infrastruktur, kesehatan memberikan layanan medis, perhubungan memastikan komunikasi, polisi militer menjaga disiplin, hingga logistik menopang keberlangsungan operasi.
“Keseluruhan formasi ini mencerminkan kesiapan Indonesia menghadirkan pasukan perdamaian yang profesional, terukur, dan berorientasi pada kemanusiaan,” urai Dave.
Komisi I DPR, lanjutnya, mendukung langkah pemerintah dan TNI dalam rencana pengerahan pasukan perdamaian ke Gaza.
Dukungan itu disertai dengan komitmen pengawasan agar seluruh aspek legal, operasional, pendanaan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.
“Pengerahan brigade TNI ini akan memperkuat posisi diplomasi Indonesia di tingkat internasional, menjaga kepentingan nasional, sekaligus menunjukkan konsistensi bangsa Indonesia dalam memperjuangkan perdamaian dunia dengan langkah yang tegas dan bermartabat,” pungkas Dave.
Diketahui, TNI mulai menyiapkan langkah konkret menindaklanjuti keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bahkan berencana mengerahkan satu brigade pasukan perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina. Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan TNI telah menyiapkan satu brigade yang akan dikirim secara bertahap per batalion.
Sebagai langkah awal, Indonesia lebih dulu mengirimkan 50 personel untuk tim edukasi dan persiapan lapangan.
“Saya kira Panglima TNI sudah mempersiapkan satu brigade dan kita akan kirim per batalion. Sebelumnya kita kirim 50 orang untuk tim edukasi,” kata Menhan Sjafrie di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). {}













