Airlangga Hartarto Ajak Mahasiswa Sambut Peluang Green Jobs di Asia Tenggara

Berita Golkar – Di hadapan sivitas akademika perwakilan Kampus di Kalimantan serta mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi energi berkeadilan. Dalam kuliah umum bertajuk “Transisi Energi Berkeadilan dan Peluang Green Jobs di Asia Tenggara”, Selasa (27/1/2026).

Airlangga menekankan bahwa Kalimantan Timur memegang peran krusial sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berbasis ekonomi hijau.

“Sesuai arahan Presiden melalui visi Asta Cita, transisi hijau bukan sekadar kewajiban lingkungan, melainkan jalan menuju kemandirian bangsa,” ujar Airlangga, dikutip dari RRI.

Ia menambahkan bahwa Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca hingga 32% pada tahun 2030 secara mandiri demi mencapai Net Zero Emission (NZE).

Ada tiga pilar transformasi guna mencapai target tersebut, Airlangga memaparkan strategi tiga pilar transformasi yaitu, Green Energy: Transformasi input energi fosil ke energi terbarukan. Green Economy: Rekonfigurasi sistem ekonomi agar lebih berkelanjutan. Green Jobs: Penciptaan lapangan kerja baru di sektor ramah lingkungan.

Meskipun dunia masih dibayangi ketidakpastian, Airlangga menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan: Pertumbuhan & Inflasi: Ekonomi nasional tumbuh stabil di angka 5,04% (YoY) pada kuartal ketiga 2025. Inflasi per Desember 2025 terjaga di level 2,92 persen, menunjukkan daya beli masyarakat yang tetap kuat.

Investasi & Manufaktur: Realisasi investasi (PMA & PMDN) sepanjang 2025 mencapai Rp 1.931,2 Triliun (tumbuh 12,7%). Sektor industri pun masih ekspansif dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur di level 51,2.

Stabilitas Keuangan: IHSG menunjukkan performa gemilang dengan menembus level 9.000, sementara cadangan devisa melonjak menjadi USD 156,5 miliar per Desember 2025.

Surplus Perdagangan: Indonesia mencatatkan surplus perdagangan selama 67 bulan berturut-turut, dengan akumulasi surplus Januari-November 2025 mencapai USD 38,54 miliar.

Menutup kuliah umumnya, Airlangga mengajak mahasiswa untuk bersiap mengambil peluang dalam green jobs. Dengan pertumbuhan kredit yang positif di angka 9,3 persen dan indeks keyakinan konsumen yang tinggi (123,5), Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk menjadi pemimpin ekonomi hijau di Asia Tenggara.

Selain mahasiswa kegiatan ini di hadiri oleh tamu undangan seperti Gubernur Kaltim, Wakil Walikota Balikpapan, para perwakilan Rektor di Kalimatan, Duli Yang Maha Mulia Paduka Sri Tuanku Datu H. Andi Maradang Mackulau, Ketua Yayasan Universitas Balikpapan.

Ketua Kalimantan University Consortium (KUC) yang juga Rektor Universitas Balikpapan (Uniba), Dr. Isradi Zainal berharap dengan dengan kegiatan ini kedepannya Kalimantan khususnya Kalimantan Timur dari pemerintah provinsi Kaltim sampai dengan kampus-kampus yang berada di Kalimatan bisa menjadi percontohan ekonomi hijau secara nasional. {}