Lamhot Sinaga Ingatkan Empat Pilar Fondasi Utama Persatuan Bangsa

Berita Golkar – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga menegaskan pentingnya menanamkan dan menjalankan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penegasan tersebut disampaikan Lamhot saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada 11 Desember 2025.

Kegiatan sosialisasi itu dilaksanakan di Rumah Aspirasi Lamhot Sinaga, Jalan Mayjen J. Samosir, Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Acara tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga dari berbagai wilayah di Tapanuli Utara.

Dalam pemaparannya, Lamhot menyampaikan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa.

Menurut Lamhot, nilai-nilai Empat Pilar harus terus ditanamkan secara berkelanjutan kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai, tantangan kebangsaan yang semakin kompleks menuntut penguatan pemahaman ideologi dan konstitusi negara.

“Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar konsep, tetapi harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai inilah yang menjaga bangsa Indonesia tetap utuh dan harmonis,” ujar Lamhot, dikutip dari Daulat.

Legislator asal Partai Golkar itu menekankan bahwa sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tidak boleh bersifat seremonial semata. Menurut dia, upaya tersebut harus dilakukan secara konsisten dan menjangkau seluruh pelosok negeri.

Lamhot menilai, pemerataan sosialisasi Empat Pilar penting agar masyarakat di daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai nilai-nilai kebangsaan. Dengan demikian, persatuan dan kesatuan bangsa dapat terus terjaga.

Ia menjelaskan bahwa keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Justru dari perbedaan itulah kita membangun kebersamaan sebagai bangsa Indonesia,” kata Lamhot.

Dalam konteks kehidupan sosial, Lamhot mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai musyawarah, gotong royong, dan keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam Pancasila.

Ia juga menekankan bahwa pemahaman terhadap Undang-Undang Dasar 1945 menjadi kunci dalam menjaga kehidupan demokrasi yang sehat dan berkeadilan.

Menurut Lamhot, masyarakat yang memahami Empat Pilar Kebangsaan akan memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lamhot menambahkan, nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus.

“Cita-cita luhur para founding father harus menjadi pedoman kita bersama dalam membangun Indonesia yang adil, makmur, dan bermartabat,” ujarnya.

Sosialisasi tersebut juga diisi dengan dialog interaktif antara Lamhot dan peserta. Sejumlah peserta menyampaikan pandangan serta aspirasi terkait tantangan menjaga persatuan di tengah dinamika sosial saat ini.

Lamhot menyambut baik antusiasme masyarakat dan menilai kegiatan sosialisasi sebagai ruang strategis untuk memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai bagian dari tugas konstitusional anggota DPR dan MPR RI.

Lamhot berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat semakin memahami, menanamkan, dan mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan sehingga kehidupan bermasyarakat di Indonesia dapat berjalan harmonis dan berlandaskan semangat persatuan. {}