Wamen P2MI, Christina Aryani: Calon TKI Bisa Akses KUR di 16 Bank Tanpa Agunan hingga Rp. 100 Juta

Berita Golkar – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani menyebut, terdapat 16 bank yang siap memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk calon tenaga kerja Indonesia (TKI). Program tersebut bakal diluncurkan secara serentak di seluruh Indonesia pada Maret mendatang.

“Ada 16 bank yang berpartisipasi, mereka siap masing-masing untuk menyalurkan KUR sampai dengan Rp 100 juta dengan bunga hanya 6 persen,” kata Christina saat ditemui di sela acara Indonesia Economic Summit (IES), di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, bunga pinjaman KUR itu disubsidi oleh pemerintah agar calon pekerja migran Indonesia (PMI) bisa berangkat dan bekerja di luar negeri tanpa halangan pendanaan. Nilai maksimal KUR setiap calon PMI Rp 100 juta dan dipinjamkan tanpa agunan.

Meski demikian, pihak bank tetap mewajibkan calon TKI itu memiliki kontrak kerja dengan perusahaan di luar negeri. “Tentunya institusi keuangan ingin memastikan bahwa dana ini betul-betul digunakan untuk berangkat bekerja di luar negeri dan yang bersangkutan punya kemampuan untuk membayar cicilannya,” ujar Christina, dikutip dari Kompas.

Christina menyarankan, calon TKI yang ingin mengakses pinjaman itu namun belum mengetahui negara tujuan harus bekerja sama dengan Perusahaan Penempatan PMI (P3MI). Perusahaan yang dipilih akan memastikan pelatihan dan keberangkatan calon TKI tersebut.

“Jadi P3MI di sini sebagai penjamin bahwa si calon PMI akan bekerja ke luar negeri,” jelas Christina.

Lebih lanjut, politikus Partai Golkar itu menyebut, 16 bank yang akan berpartisipasi memberikan KUR memiliki plafon berbeda-beda. Bank DKI misalnya, memilih plafon Rp 100 miliar sementara Bank Mandiri hanya Rp 7,5 miliar. “Tapi total dari 16 bank yang berpartisipasi itu mencapai sejauh ini Rp 331 miliar,” kata Christina.

Negara Destinasi TKI

Adapun pemerintah pada 2026 mentargetkan memberangkatkan 500.000 TKI atau PMI ke luar negeri. Pemerintah juga telah menetapkan negara-negara yang menjadi target penempatan TKI seperti, Malaysia, Timur Tengah, Jepang, Korea, dan lainnya yang masuk dalam destinasi lama. Di luar itu, kebutuhan kerja bermunculan negara-negara Eropa Timur hingga Turki.

“Karena sudah mulai ada kebutuhan-kebutuhan terkait pekerja migran di sana. Dan satu yang menarik juga Turki, untuk tahun ini demand di Turki itu bisa mencapai 40.000 pekerja,” kata Christina. {}