Berita Golkar – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, menilai wajah Kota Raha membutuhkan penataan terpadu, khususnya pada kawasan pelabuhan dan sarana olahraga yang sama-sama berada di pusat kota. Dua fasilitas publik itu dinilai menjadi etalase daerah sehingga harus menghadirkan keindahan sekaligus kenyamanan bagi masyarakat.
Ridwan Bae mengatakan bahwa keberadaan pelabuhan dan sarana olahraga di jantung kota tidak boleh ditangani secara parsial. Pemerintah daerah diminta menyusun perencanaan menyeluruh agar keduanya saling terhubung secara estetika maupun fungsi.
“Karena letaknya di tengah kota, pelabuhan dan sarana olahraga harus selaras. Bukan hanya berfungsi, tapi juga memberi rasa nyaman dan enak dipandang masyarakat,” kata Ridwan Bae, Sabtu (7/2/2026), dikutip dari Kendaripos.
Ia meminta Bupati Muna melalui Dinas PUPR segera merancang konsep penataan kawasan secara komprehensif. Nantinya, kata dia, akan dipetakan pembagian tanggung jawab anggaran antara kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat.
“Mana yang menjadi beban daerah, mana yang bisa diperjuangkan di tingkat nasional, itu harus jelas. Kami di DPR RI siap memperjuangkan bagian pusatnya,” tegasnya.
Menurut politisi Partai Golkar itu, penataan tersebut tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga kebersihan kawasan kota. Ia menyoroti persoalan sampah di sekitar pelabuhan dan fasilitas publik yang berpotensi merusak citra kota.
“Bayangkan pelabuhan di tengah kota lalu kotor, sarana olahraganya juga kotor. Itu sama saja meracuni keindahan kota. Makanya kebersihan harus jadi perhatian serius. Ini sejalan dengan arahan Presiden yang mendorong daerah melakukan langkah konkret dalam pengelolaan lingkungan perkotaan,” tambahnya.
Mantan bupati muna dua periode itu juga meninjau rencana lanjutan pembangunan pemecah ombak dan sarana olahraga by pass Raha dengan kebutuhan anggaran lebih dari Rp20 miliar yang akan melewati Pelabuhan Raha hingga arah depan Polres Muna.
“Tahun ini anggarannnya akan turun dan Insya Allah tiap tahun anggaran akan turun. Kita target anggaran besar agar tuntas hingga sampai Polres Muna. Untuk jalan kawasan olahraga juga sementara kita usulkan di pusat,” pungkasnya.
Selain itu, beberapa infrastruktur lain turut menjadi prioritas perjuangannya, antara lain ruas Wakuru–Marobo dan Wadolau–Marobo, serta lanjutan irigasi Labulu-bulu yang tahun ini dialokasikan lebih dari Rp20 miliar. Di sektor pelayanan dasar, program penguatan air bersih juga disiapkan melalui anggaran PDAM sekitar Rp21 miliar untuk Kota Raha dan Rp25 miliar di Duruka. {}













