Berita Golkar – Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Kabupaten Belitung menjadi momentum konsolidasi sekaligus penentuan arah baru kepemimpinan partai lima tahun ke depan. Forum yang digelar di Hotel Golden Tulip Tanjung Pandan pada Sabtu malam, 14 Februari 2026 itu menetapkan Aly Satikin sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Belitung periode 2026–2031 secara aklamasi.
Terpilihnya Aly Satikin, yang akrab disapa Acoy menandai dimulainya agenda pembenahan organisasi, penguatan kaderisasi, dan persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang. Dalam kapasitasnya sebagai ketua formatur terpilih, ia langsung menegaskan karakter dasar partai berlambang pohon beringin tersebut.
”Saudara-saudaraku sekalian saya ingin menyampaikan bahwa Partai Golkar adalah partai yang inklusif, artinya Partai Golkar menaungi dan mewadahi seluruh aspek kehidupan masyarakat,” ungkapnya kepada media.
Ia menegaskan, Partai Golkar tidak pernah membedakan suku, ras, agama, maupun golongan. Menurutnya, keberagaman itulah yang membuat Partai Golkar mampu bertahan dan tetap relevan di setiap zaman. Dalam tubuh partai, kata dia, terdapat beragam latar belakang mulai dari buruh tani, tukang kebun, pelaut, manajer, direktur, aktivis hingga tokoh agama.
Dalam sambutannya, Aly juga mengingatkan kembali pesan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, yang sebelumnya disampaikan dalam Musda DPD I Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Beliau menyampaikan dalam Rakernas Partai Golkar kita memutuskan beberapa hal untuk menjadi acuan, landasan, modal, dan jaminan organisasi Partai Golkar,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut hasil Musda, ia memastikan segera menyusun struktur kepengurusan baru bersama tim formatur.
”Artinya selesai Musda ini kami sebagai ketua terpilih bersama formatur akan menyusun kepengurusan yang baru. Tentunya akan kami isi dengan kader-kader potensial, kader-kader yang mumpuni, dan kader yang unggul di masyarakat,” tambahnya.
Aly mengakui dalam 15 tahun terakhir, proses kaderisasi Partai Golkar Kabupaten Belitung belum berjalan maksimal, khususnya dalam merekrut kader-kader baru yang potensial. Karena itu, konsolidasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa akan menjadi prioritas utama kepengurusannya.
”Kami akan turun sampai ke tingkat kecamatan dan desa melakukan konsolidasi serta kaderisasi. Ketua DPD I Partai Golkar Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menginstruksikan kepada kita untuk merekrut kader sebanyak-banyaknya, mencetak KTA sebanyak-banyaknya namun tentunya merekrut kader yang unggul di masyarakat,” ujar dia.
Di sisi lain, ia juga menegaskan komitmen menjaga demokrasi internal partai agar tetap sehat dan terbuka. Partai Golkar Belitung, lanjutnya, telah memasang target politik yang jelas untuk lima tahun ke depan. “Kami akan menentukan strategi pemenangan Pemilu 2029,” katanya.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, Partai Golkar Belitung diharapkan mampu memperkuat basis kader, memperluas konsolidasi organisasi, serta meningkatkan daya saing politik menuju Pemilu 2029.













