Berita Golkar – Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengklaim bahwa fungsi pengawasan yang mereka lakukan terhadap pemerintah memiliki tingkat efektivitas dan substansi yang melampaui peran oposisi.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Muhammad Sarmuji dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-58 Fraksi Partai Golkar DPR. Acara tersebut berlangsung di kompleks parlemen, Jakarta, pada hari Jumat (13/2/2026), dikutip dari Merdeka.
Menurut Sarmuji, keunggulan pengawasan Golkar sebagai mitra koalisi terletak pada keterlibatan mereka yang lebih awal dan mendalam. Mereka telah berpartisipasi aktif sejak tahap perencanaan dan pembahasan kebijakan pemerintah. Keterlibatan ini memungkinkan Golkar untuk memberikan kontrol yang proaktif dan berorientasi pada solusi.
Dengan demikian, Golkar dapat segera mengidentifikasi program-program yang benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat. Selain itu, mereka juga mampu menunjukkan mana saja kebijakan yang memerlukan penyempurnaan lebih lanjut atau bahkan harus dihindari demi kepentingan publik yang lebih luas.
Keunggulan Pengawasan Golkar dalam Koalisi Pemerintahan
Sarmuji menjelaskan bahwa posisi Golkar sebagai bagian dari koalisi pemerintahan memberikan keunggulan strategis dalam menjalankan fungsi pengawasan. Mereka memiliki akses dan kesempatan untuk mengingatkan pemerintah sejak dini mengenai arah dan implementasi program. Hal ini memastikan bahwa setiap kebijakan yang digulirkan benar-benar selaras dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Selain itu, Golkar juga berperan aktif dalam mengidentifikasi program-program yang berpotensi menimbulkan masalah atau yang memerlukan revisi substansial. Pendekatan ini memungkinkan perbaikan dilakukan sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara luas, sehingga meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan manfaat. Energi politik, menurut Sarmuji, harus difokuskan untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif.
Tujuan utama dari pengawasan ini adalah untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat serta memperbaiki hal-hal teknis yang masih perlu disempurnakan. Sarmuji menegaskan bahwa energi tersebut tidak seharusnya digunakan untuk mempertanyakan kembali legitimasi keputusan yang sudah final. Ini menunjukkan komitmen Golkar terhadap stabilitas kebijakan sambil tetap menjaga kualitas implementasinya.
Pendekatan proaktif ini menunjukkan komitmen Golkar untuk berperan aktif dalam memastikan tata kelola pemerintahan yang baik dan responsif. Keterlibatan mereka dari awal proses formulasi kebijakan menjadi kunci utama efektivitas pengawasan yang mereka jalankan.
Fatsun Politik dan Batasan Kritik Konstruktif Fraksi Golkar
Meskipun terdapat fatsun politik di Fraksi Golkar yang secara spesifik melarang anggotanya untuk “menyerang” kebijakan presiden dan wakil presiden, Sarmuji menegaskan bahwa hal ini sama sekali tidak menghilangkan sikap kritis dari para legislator. Kritik tetap menjadi bagian integral dari peran mereka, namun disampaikan dengan cara yang beretika dan konstruktif.
Sarmuji menjelaskan bahwa spektrum berbicara dalam politik sangat luas dan beragam, mulai dari ekspresi dukungan yang berlebihan di satu sisi, hingga bentuk-bentuk kritik yang menghujat, mencaci, dan mencerca di sisi lain. Dalam konteks fatsun politik Golkar, kritik diarahkan pada substansi dan perbaikan, bukan pada serangan personal atau delegitimasi.
Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPR untuk senantiasa memegang teguh fatsun politik ini dalam menjalankan fungsi dan perannya. Hal ini sangat penting sebagai bagian dari koalisi pemerintahan, di mana kritik harus tetap produktif dan mendukung tujuan bersama.
Dengan mematuhi fatsun politik ini, pengawasan Golkar dapat berjalan secara efektif, menjaga integritas koalisi, dan tetap memberikan masukan yang berharga bagi pemerintah. Ini adalah bentuk tanggung jawab politik yang menyeimbangkan dukungan dan pengawasan demi kemajuan bangsa. {}













