Berita Golkar – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memulai Program Magang Nasional yang melibatkan 302 peserta muda untuk dilatih menjadi talenta digital unggul dengan fokus pada teknologi kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sumber daya manusia digital untuk mendukung transformasi teknologi nasional.
“Ini bukan program seremonial. Anak-anak magang harus diberdayakan sesuai kemampuan mereka dan dilibatkan dalam kerja strategis, termasuk kajian awal regulasi digital,” kata Meutya di Jakarta, Sabtu (14/2/2026), dikutip dari Indoposco.
Para peserta magang akan ditempatkan di berbagai unit penting seperti Sekretariat Jenderal, Ditjen Infrastruktur Digital, Ditjen Teknologi Pemerintah Digital, Ditjen Pengawasan Ruang Digital, Ditjen Komunikasi Publik dan Media, BPSDM, BAKTI, dan LPP RRI.
Meutya menegaskan, peserta magang akan terlibat langsung dalam agenda strategis kementerian, mulai dari riset awal rancangan peraturan hingga penyusunan kebijakan digital nasional.
Dalam arahannya, Meutya mendorong anak muda agar tidak hanya menjadi pengguna pasif AI, tetapi mampu menciptakan nilai ekonomi baru dari teknologi tersebut.
“Gunakan AI untuk mempercepat pekerjaan, memperluas pengetahuan, dan meningkatkan produktivitas agar tidak kalah dari generasi muda di negara lain,” ujarnya.
Selain penguasaan teknologi, Meutya juga menekankan pentingnya etika dan tanggung jawab digital. Para peserta diharapkan menjadi garda depan dalam menjaga ruang siber Indonesia dari hoaks, penipuan daring, dan serangan siber yang semakin kompleks.
Meutya juga menyinggung pentingnya ketangguhan mental di era digital yang penuh tekanan. Ia mengutip pemikiran Jonathan Haidt dalam buku The Anxious Generation, yang menyoroti tantangan psikologis anak muda di dunia maya.
“Anak muda harus pernah gagal, pernah jatuh. Itu bagian dari proses tumbuh. Tidak apa-apa jatuh bangun di fase magang ini, itu yang membuat kalian lebih kuat,” kata Meutya memberi semangat.
Melalui program ini, Kemkomdigi berharap 302 peserta magang akan tumbuh menjadi generasi digital berkarakter, menguasai teknologi AI, tangguh menghadapi tantangan, dan aktif menjaga ruang digital Indonesia.
“Kami ingin melahirkan generasi muda yang tak hanya cerdas secara digital, tapi juga kuat secara mental dan beretika,” tutup Meutya. {}













