Berita Golkar – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin memberikan pesan mendalam bagi ribuan wisudawan Universitas Garut (Uniga) Angkatan ke-XLIII Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026.
Dalam prosesi yang berlangsung di kampus utama Uniga, Sabtu (14/2/2026), pria yang juga mantan Rektor Uniga ini menekankan pentingnya semangat bela negara melalui keahlian profesi masing-masing.
Inovasi Makna Bela Negara di Era Modern
Di hadapan 1.160 lulusan baru, Bupati Abdusy Syakur menegaskan bahwa mencintai Tanah Air di masa kini tidak melulu soal perjuangan fisik atau memegang senjata.
Menurutnya, kontribusi nyata dalam menjaga kehormatan dan ketahanan bangsa dapat dilakukan dengan bekerja maksimal sesuai bidang ilmu yang ditekuni.
“Bela negara tidak usah memegang senjata. Yang penting adalah mereka bekerja maksimal untuk kehormatan, kebanggaan, dan ketahanan bangsa ini,” ujar Abdusy Syakur dalam sambutannya, dikutip dari Antaranews.
Ia juga memberikan penghormatan kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari TNI, Polri, hingga petani dan para lulusan Uniga, yang telah memberikan jiwa raganya untuk negara melalui profesi yang beragam.
Kolaborasi Strategis Uniga dan Lemhannas RI
Uniga dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan yang konsisten menerapkan sistem pendidikan bela negara.
Selama ini, para mahasiswa diwajibkan mengikuti program khusus yang bekerja sama dengan Batalyon Infanteri Raider 303/Setia Sampai Mati di Cibuluh, Garut.
Langkah ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, T.B Ace Hasan Syadzily, yang turut hadir dalam acara tersebut. Lemhannas menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kurikulum di Uniga.
“Jika Pak Rektor membutuhkan tenaga pengajar untuk pendidikan bela negara di sini, kami dengan senang hati akan mengirimkan utusan dari Lemhannas,” tegas T.B Ace Hasan Syadzily.
Menanamkan Integritas melalui Iman, Ilmu, dan Amal
Rektor Uniga, Irfan Nabhani, menjelaskan bahwa kampus yang dipimpinnya memiliki fondasi kuat dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral.
“Kami memiliki konsep yang jelas tentang iman, ilmu, dan amal. Ketiganya saling terkait erat dengan konsep integritas untuk membentuk karakter mahasiswa yang religius dan kompeten,” ungkap Irfan.
Dengan sebaran alumni yang luas di berbagai sektor, Uniga optimistis para wisudawan tahun 2026 ini akan menjadi motor penggerak kemajuan bagi Kabupaten Garut dan Indonesia pada umumnya. {}













