Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegas ke Putranya: Harus Berproses, Tak Bisa Instan di Hipmi

Berita Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia me-roasting anaknya sendiri, Muhammad Rizky Lahadalia, dalam acara Sidang Dewan Pleno Hipmi Indonesia 2026 yang digelar beberapa hari lalu.

Dalam forum tersebut, Bahlil secara terbuka menilai putranya belum memiliki cukup pengalaman atau jam terbang untuk mengikuti jejak prestasinya di organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

“Anak saya ini belum berproses baik. Ya, dia dari ketum Hipmi PT UGM, sudah mau jadi bendahara Hipmi DIY. Saya bilang, ‘Kau masih mahasiswa’. Saya harus jujur, saya pernah kritisi dia, ‘Kamu tidak bisa, kamu harus BPC dahulu’. Tidak mengikuti. Cuma dia akalnya banyak juga,” tutur Bahlil.

Bahlil menegaskan, dirinya tidak ingin anaknya mendapatkan perlakuan khusus hanya karena latar belakang keluarga. Ia bahkan meminta ketua umum Hipmi untuk memberikan pembinaan secara tegas kepada putranya.

“Jangan karena kamu anggap dia anak dari mantan ketua umum, terus kamu kasih privilegeEnggak ada. Bagi saya, enggak ada privilege untuk anak-anak saya. Dia harus dipelonco dan berproses,” tegasnya.

Menurut Bahlil, proses kaderisasi di Hipmi harus berjalan objektif dan berbasis kompetensi. Ia kembali menekankan bahwa sang anak belum saatnya menduduki posisi bendahara umum Hipmi jika belum memiliki pengalaman organisasi yang memadai. “Bapak akui kau bisa kalau kau berprestasi kira-kira,” tuturnya.

Meski menyampaikan kritik secara terbuka, Bahlil menegaskan, pernyataannya bukan untuk merendahkan, melainkan sebagai motivasi agar anaknya benar-benar melalui proses pembelajaran dan jenjang kaderisasi yang semestinya. “Namun, itu tantangan, pilihan,” ucapnya.

Bahlil juga menegaskan bahwa di tubuh Hipmi tidak ada perbedaan perlakuan bagi siapa pun, termasuk mereka yang berasal dari keluarga pejabat atau tokoh organisasi. Semua kader, menurutnya, harus berproses dari bawah dan membangun kapasitas melalui pengalaman nyata.

Pernyataan Bahlil dalam Sidang Dewan Pleno Hipmi Indonesia 2026 tersebut menjadi sorotan karena menunjukkan sikap tegas terhadap isu privilege dan nepotisme di organisasi pengusaha muda tersebut. {}