Airlangga Hartarto Sebut RI Dapat Perlakuan Khusus dari AS Bila Ada Perubahan Tarif

Berita Golkar – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto buka-bukaan soal kelanjutan kebijakan tarif impor barang-barang asal Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Indonesia baru saja meneken kesepakatan tarif resiprokal dengan AS, menurunkan tarif dari 32% menjadi 19%.

Hanya saja di hari yang sama kesepakatan itu diteken, Mahkamah Agung AS menyatakan semua kebijakan tarif resiprokal batal karena tidak sesuai dengan konstitusi. Kini, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan kebijakan baru tarif sebesar 10% pasca kebijakan resiprokalnya dicabut.

Indonesia, kata Airlangga, masih terus memantau dan berkomunikasi dengan pemerintah AS soal kebijakan tarif. Menurutnya, kebijakan tarif 10% hanya berlaku sementara dan bisa berubah-ubah sesuai dengan pemerintahan Trump.

Yang jelas, Airlangga bilang bagi negara yang sebelumnya sudah meneken kesepakatan tarif resiprokal macam Indonesia, bakal ada perlakuan spesial soal tarif yang akan diberikan. Akan ada sedikit pembeda pada pengenaan tarif global pada negara-negara yang sudah meneken kesepakatan tarif resiprokal sebelumnya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan USTR dan mereka mengatakan akan ada keputusan kabinet mereka terhadap mereka yang sudah menandatangani perjanjian,” ujar Airlangga dalam keterangan pers di AS, dikutip Minggu (22/9/2026), dikutip dari Detik.

“Akan ada pembedaan karena beberapa negara yang sudah (meneken kesepakatan tarif resiprokal), itu akan diberikan kebijakan yang tidak sama secara global,” katanya melanjutkan.

Airlangga bilang Indonesia hanya meminta satu hal apabila ada perubahan kebijakan tarif kembali. Hal tersebut adalah tarif-tarif khusus 0% untuk beberapa barang yang sudah disepakati tidak diubah lagi. Tarif 0% salah satunya untuk komoditas pertanian penting macam kopi, kakao, kelapa sawit dan lain-lain.

“Kalau yang lain semua berlaku 10%, tetapi yang sudah diberikan 0% itu kita minta tetap. Karena itu sebagian sudah ada yang untuk agriculture dalam bentuk executive order yang berbeda. Jadi itu tidak dibatalkan lagi. Nah, itu termasuk kopi, kakao, produk-produk yang terkait dengan agriculture,” sebut Airlangga.

“Dan kita juga yang 0% itu ada supply chain untuk elektronik dan juga CPO dan juga tekstil dan footwear dan yang lain,” lanjutnya menerangkan.

Sebagai informasi, Trump kembali mengumumkan tarif global naik lagi menjadi 15%. {}