Ahmad Doli Kurnia Murka Pemuka Agama Cabuli Anak di Asahan, Merusak Psikologis dan Masa Depan Anak!

Berita GolkarGelombang kemarahan publik atas kasus dugaan pencabulan terhadap anak di kawasan Kebun Sei Kopas PTPN IV Asahan terus membesar. Peristiwa yang menyeret seorang pria berinisial SS, yang selama ini dikenal sebagai sosok religius di lingkungannya, memantik reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari Senayan.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara III, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, geram begitu menerima laporan langsung dari keluarga korban. Ia mengaku sangat terpukul karena mengenal dekat orang tua salah satu anak yang menjadi korban.

“Saya mendapat laporan langsung dari orang tua salah satu anak yang menjadi korban. Saya kenal dekat dengan orang tua anak itu. Saya sangat terkejut mendengar peristiwa tersebut. Itu tindakan dan perilaku biadab. Saya meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan hukuman yang seberat-beratnya, tentu sesuai undang-undang dan hukum yang berlaku,” ujar Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI ini.

Kasus ini sendiri terungkap dari kecurigaan seorang ibu terhadap kondisi anaknya. Salah satu korban, sebut saja Mawar, terlihat kesakitan saat buang air kecil. Sang ibu yang awalnya tidak menaruh curiga mulai merasa ada yang tidak beres ketika menemukan sejumlah uang dalam jumlah besar di saku anaknya.

Saat ditanya, Mawar mengaku uang tersebut diberikan oleh SS, dan bukan hanya dirinya yang menerima, tapi juga tiga teman mengajinya.

Pengakuan itu kemudian berkembang. Mawar bersama tiga anak lainnya dipanggil dan dimintai keterangan. Dari situlah terungkap dugaan pencabulan yang dilakukan pelaku. Para korban langsung dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasilnya, ditemukan adanya robekan pada kelamin Mawar yang mengindikasikan dugaan kekerasan seksual, sementara tiga korban lainnya secara fisik dinyatakan normal. Informasi dari sumber setempat juga menyebut, dugaan tindakan serupa pernah terjadi sebelumnya, namun tidak sampai diproses hukum.

Doli menilai, tindakan pelaku yang selama ini dikenal sebagai pemuka agama di lingkungan tersebut justru memperparah dampak sosial dari peristiwa ini. Ia menegaskan bahwa perbuatan tersebut bukan hanya mencederai korban, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat.

“Tindakan yang dilakukan seseorang yang dikenal selama ini sebagai pemuka agama, tentu dapat mencoreng dan merusak nama baik agama dan pemuka agama lainnya. Bahkan lebih jauh apa yang dilakukan oleh tersangka Samsaka Saragih adalah tindakan yang merusak masa depan bangsa,” ujar Waketum DPP Partai Golkar ini.

Lebih lanjut, Doli menyoroti dampak jangka panjang yang harus ditanggung para korban. Ia mengingatkan bahwa luka akibat kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis, yang bisa membekas hingga dewasa dan memengaruhi kualitas generasi mendatang.

“Anak yang menjadi korban itu, pasti akan mengalami trauma yang dalam dan panjang. Bisa-bisa akan mengganggu masa depan mereka. Kalau masa depan anak-anak itu terganggu, itu sama saja dengan mengganggu masa depan bangsa. Oleh karena itu, harus diberi hukuman seberat-beratnya,” desak Ketua Umum DPP LPM ini.

Menurut Doli, negara tidak boleh abai dalam memberikan perlindungan maksimal terhadap anak. Ia menegaskan akan turun langsung memastikan proses hukum berjalan dengan serius dan transparan.

“Saya akan meminta langsung kepada pihak kepolisian, terutama Kapolres Asahan, untuk memberikan atensi khusus terhadap kasus ini. Dan saya juga akan mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk meminta agar bisa juga membantu, mangawal dan mengadvokasi kasus ini,” pungkas Doli.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat Sumatera Utara. Desakan agar aparat penegak hukum bertindak tegas dan memastikan perlindungan psikologis bagi para korban terus menguat, seiring harapan agar keadilan benar-benar ditegakkan dan masa depan anak-anak yang menjadi korban tetap bisa diselamatkan.

Leave a Reply