Berita Golkar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat pleno yang menjadi penanda dimulainya fase konsolidasi organisasi pasca revitalisasi kepengurusan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Rapat pleno yang dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, itu sekaligus menetapkan penyesuaian struktur kepengurusan serta arah persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumut.
Rapat pleno berlangsung di Kantor DPD I Partai Golkar Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Senin (5/1/2026). Komposisi kepengurusan yang hadir merupakan hasil revitalisasi organisasi yang ditetapkan DPP Partai Golkar melalui Surat Keputusan (SK) tertanggal 24 Desember 2025. Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut Rolel Harahap, Bendahara Victor Silaen, Ketua Harian H A Yasyir Ridho Lubis, serta sejumlah wakil ketua bidang dan pengurus lainnya.
Revitalisasi kepengurusan ini dilakukan pasca penunjukan Ahmad Doli Kurnia Tandjung sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut, menggantikan Musa Rajekshah alias Ijeck. Dalam rapat pleno tersebut, Doli secara resmi mengumumkan susunan kepengurusan Partai Golkar Sumut hasil revitalisasi yang dirancang untuk merangkul seluruh potensi kader di Sumatera Utara.
“Jadi kita sekarang punya sekitar 240 pengurus, kepengurusan ini adalah kepengurusan yang mengakomodasi semua potensi yang ada di Partai Golkar Sumatera Utara, kepengurusan yang lama tidak ada yang kita ganti, semuanya diakomodir kecuali ada 9 orang yang mengundurkan diri, ada 4 orang yang meninggal, ada 1 orang yang menjadi pengurus DPP, sisanya ada yang pindah partai lain,” kata Ahmad Doli Kurnia Tandjung usai rapat pleno.
Dalam struktur baru tersebut, Yasyir Ridho Lubis yang sebelumnya sempat menjadi rival Musa Rajekshah dalam Musda Partai Golkar Sumut lalu, ditunjuk sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Sumut. Menanggapi penunjukan tersebut, Doli menegaskan bahwa langkah itu murni dilakukan dalam rangka konsolidasi dan tidak memiliki agenda tersembunyi.
“Kan tadi saya sudah jelaskan bahwa kepengurusan ini adalah kepengurusan yang mengakomodir semua potensi, nggak ada motif lain selain itu,” ujarnya.
Selain menetapkan struktur kepengurusan, rapat pleno juga difokuskan pada evaluasi organisasi, penguatan konsolidasi internal, serta persiapan agenda strategis partai, terutama pelaksanaan Musda Partai Golkar Sumut sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat daerah.
“Peserta rapat pleno memberi mandat kepada saya untuk berkonsultasi langsung dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, terkait jadwal pelaksanaan Musda dan pembentukan kepanitiaan Musda Golkar Sumatera Utara,” ujar Doli.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menegaskan, penentuan jadwal Musda harus mempertimbangkan kesiapan organisasi, dinamika politik daerah, serta arahan DPP agar pelaksanaannya berjalan tertib, demokratis, dan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
“Nanti setelah dapat gambaranlah jadwal dari DPP seperti apa, karena kan kita menginginkan kalau bisa Ketua Umum bisa hadir pada saat Musda,” tuturnya.
Selain membahas Musda, rapat pleno juga memutuskan penyesuaian kepengurusan organisasi sayap Golkar Sumut. Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sumut dijabat oleh Wakil Ketua Bidang Pemuda Golkar Sumut, Agung Satria Sitepu, sementara posisi Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Sumut dipercayakan kepada Wakil Ketua Bidang Perempuan Golkar Sumut, Putri Susi Daulay.
“Sementara, posisi Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Sumut dipercayakan kepada Wakil Ketua Bidang Perempuan Golkar Sumut, Putri Susi Daulay,” imbuhnya.
Menurut Doli, penyesuaian tersebut bertujuan memperkuat sinergi antara struktur partai dan organisasi sayap agar mesin politik Golkar bergerak lebih efektif hingga ke tingkat akar rumput. “Ini bagian dari konsolidasi agar organisasi lebih lincah, solid, dan inklusif,” cetusnya.
Lebih lanjut, Doli menegaskan revitalisasi kepengurusan yang dilakukan DPP tidak bersifat mengeliminasi kader lama. Ia memastikan seluruh proses revitalisasi telah ditandatangani Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Jenderal Sarmuji pada 24 Desember 2025.
“Revitalisasi ini tidak mengurangi kepengurusan yang sudah ada dan tidak membuang siapa pun. Kami hanya melakukan penyesuaian agar organisasi lebih efektif dan solid,” tegasnya.
Saat ini, kepengurusan Partai Golkar Sumut tercatat berjumlah sekitar 230 hingga 240 orang dengan latar belakang kader yang beragam. Susunan tersebut, kata Doli, dirancang untuk merangkul seluruh potensi kader Partai Golkar di Sumatera Utara sekaligus memastikan roda organisasi berjalan optimal hingga Musda terlaksana.
“Musda adalah forum tertinggi di daerah. Kami ingin seluruh proses berjalan tertib, demokratis, dan sesuai aturan partai,” tandasnya.
Berikut Kepengurusan Partai Golkar Sumut Hasil Revitalisasi
• Plt Ketua: Ahmad Doli Kurnia Tandjung
• Ketua Harian: Yasir Ridho Loebis
• Wakil Ketua Korbid Kepartaian: Zulchairi Pahlawan
• Wakil Ketua Korbid Pemenangan Pemilu: Irham Buana Nasution
• Wakil Ketua Korbid Hukum dan HAM: Hasrul Benny Harahap
• Wakil Ketua Korbid Pemerintahan dan Otonomi Daerah: Zainuddin Purba
• Wakil Ketua Korbid Politik: Riza Fakhrumi Tahir
• Wakil Ketua Korbid Penggalangan Kelompok Strategis: Dodhy Thahir
• Wakil Ketua Korbid Fungsi Elektoral: Shap Lubis
• Wakil Ketua Korbid Hubungan Antar Lembaga: Mhd Ichwan Husein Nasution
• Wakil Ketua Korbid Kebijakan Publik: Doli Sinomba Siregar
• Wakil Ketua Korbid Ekonomi: Darwin Sembiring
• Wakil Ketua Korbid Kesejahteraan Rakyat: M Iskandar Sinaga
• Sekretaris: Rolel Harahap
• Bendahara: Viktor Silaen













