Airlangga Hartarto: Ekspor Tekstil Berpotensi Melonjak 10 Kali Lipat dalam 10 Tahun

Berita Golkar – Pemerintah terus melakukan penetrasi ke pasar ekspor alternatif agar dapat meningkatkan kinerja ekspor secara menyeluruh. Salah satu komoditas ekspor potensial adalah tekstil yang diperkirakan dapat meningkat hingga 10 kali lipat dalam 10 tahun ke depan.

“Dengan terbukanya akses pasar ke banyak negara untuk sektor tekstil, dalam 10 tahun ke depan ekspor diperkirakan bisa meningkat 10 kali lipat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026).

Menurut dia dengan adanya pertumbuhan ekpor tersebut maka akan berimbas pada penciptaan lapangan kerja. Peningkatan ekspor ini merupakan salah satu bagian dari langkah pemerintah agar pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 8% dalam dua tahun ke depan.

“Dengan adanya landasan yang kuat yaitu investasi, birokrasi sederhana, penegakan hukum yang selalu dicanangkan oleh Presiden (Prabowo Subianto) yang pasti, kita insyaallah negara ini bisa lepas landas(menuju pertumbuhan ekonomi 8%,” terang Airlangga, dikutip dari Investor.

Lebih lanjut, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% maka pemerintah harus menggeber sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri yaitu belanja pemerintah hingga investasi pelaku usaha. Pemerintah juga harus mengoptimalkan kinerja Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

“Tentu mesin produksi, baik itu belanja pemerintah maupun investasi pelaku usaha, dan Danantara, ini menjadi engine yang harus bergerak secara harmonis. Kemudian kebijakan yang juga terprediksi, dan sistem keuangan baik bank maupun pasar finansial yang lebih dalam,” jelas Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis pertumbuhan ekonomi sudah berada dalam trajektori positif. Bahkan pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan berada dalam zona ekspansi hingga tahun 2033.

Saat pandemi Covid-19, Indonesia menglami resesi lalu mulai tahun 2023 perekonomian Indonesia sudah kembali pada fase ekspansi. Secara historis siklus bisnis ekonomi Indonesia rata-rata berlangsung selama tujuh tahun dalam fase ekspansi. Kendati demikian bila pemerintah menjalankan kebijakan ekonomi dengan baik maka fase ekspansi bisa terjadi hingga 10 tahun.

“Siklus bisnis perekonomian Indonesia hanya sekitar 7 tahun ekspansi. Namun kalau kita (kebijakannya optimal) ekspansinya bisa 10 tahun,” ucap Purbaya.

Dengan tingginya pertumbuhan ekonomi maka akan memberikan dampak positif ke penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu Purbaya mengajak masyarakat untuk memberikan kontribusi positif ke pertumbuhan ekonomi.

“Kita bisa ekspansi sampai dengan 2033, artinya tidak usah khawatir, apalagi kalangan muda yang takut cari kerja setelah lulus. Nantinya bulan-bulan dan tahun-tahun ke depan akan lebih banyak lapangan kerja tercipta,” terang Purbaya. {}