Airlangga Hartarto Paparkan Strategi Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,4 Persen di Tahun 2026

Berita Golkar – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen di 2026. Target ini akan didukung penguatan sektor riil, serta serangkaian paket kebijakan ekonomi yang dirancang untuk mengakselerasi pembangunan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan strategi tersebut dalam forum IBC Business Outlook 2026.

Menurut Airlangga, kebijakan ke depan harus adaptif dan berorientasi jangka menengah–panjang agar momentum pertumbuhan tetap terjaga. Guna mencapai target pertumbuhan tersebut, pemerintah telah menyiapkan 8 program prioritas nasional.

Fokus utama dari program ini diarahkan pada penguatan ketahanan pangan energi, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Airlangga menekankan keberhasilan program-program prioritas ini memiliki dampak sosial yang signifikan.

Penguatan sektor-sektor strategis tersebut, diharapkan mampu tercipta jutaan lapangan kerja baru setiap tahunnya bagi masyarakat Indonesia. Dukungan anggaran negara juga akan dimaksimalkan untuk pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

APBN diarahkan untuk membiayai program pendidikan, perlindungan sosial, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja agar lebih kompetitif. Pemerintah juga menyiapkan berbagai skema peningkatan produktivitas yang konkret.

Beberapa di antaranya, program magang bagi lulusan baru, pelatihan tenaga kerja, serta fasilitasi penempatan tenaga kerja ke luar negeri pada sektor-sektor yang strategis.

Dari sisi transformasi teknologi, Indonesia terus mendorong penguatan ekonomi digital di tingkat kawasan. Salah satu inisiatif utamanya, melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement yang diharapkan membuka peluang pasar lebih luas.

Upaya digitalisasi juga merambah sistem pembayaran, dengan terus memperluas jangkauan QRIS.

Tidak hanya di tingkat regional tetapi juga internasional, sebagai langkah strategis memperkuat inklusi keuangan dan literasi digital masyarakat. Perbaikan iklim investasi tetap menjadi agenda penting melalui penyederhanaan regulasi.

Pemerintah berkomitmen mempercepat pelaksanaan program strategis nasional guna menarik lebih banyak investor masuk ke dalam negeri. Perhatian khusus juga diberikan pada sektor padat karya untuk melindungi tenaga kerja.

Industri seperti tekstil, elektronik, dan manufaktur berorientasi ekspor menjadi fokus utama pemerintah dalam menjaga daya saing di tengah dinamika perdagangan global.

Menko Airlangga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat prospek ini dengan keyakinan. Kebijakan fiskal yang prudent serta reformasi struktural berkelanjutan menjadi modal utama untuk mencapai target-target tersebut.

Airlangga juga kembali mengingatkan fundamen ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat untuk menghadapi tantangan ke depan. Risiko resesi yang rendah menjadi landasan kuat untuk melakukan ekspansi kebijakan.

“Saya rasa di tengah ketidakpastian global yang berasal dari perlambatan ekonomi dan peningkatan tensi geopolitik, ekonomi Indonesia tetap resilien dengan tingkat risiko resesi relatif rendah, berdasarkan Bloomberg, dibandingkan dengan AS, China, dan Jepang,” kata Menko Airlangga dikutip Minggu (18/1/2026), dari JPNN. {}