Berita Golkar – Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Akmarawita Kadir menyoroti perkembangan pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam rapat evaluasi Triwulan I bersama Dinas Pendidikan Surabaya yang digelar baru-baru ini.
Akmarawita menegaskan bahwa pembangunan SMP sangat penting untuk mengakomodasi lulusan SD, yang jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan kapasitas SMP negeri yang tersedia.
“Menurut kami, pembangunan SMP ini sangat krusial. Jumlah SD yang sangat banyak tidak sebanding dengan jumlah SMP yang hanya ada 63 unit. Hal ini menyebabkan banyak siswa tidak terakomodasi. Warga pun mencari sekolah gratis dan yang letaknya dekat dengan rumah, ini menjadi perhatian kami,” ujar politisi Partai Golkar yang mewakili Dapil 5 tersebut pada Rabu (2/4/2025), dikutip dari MemoIndonesia.
Ia menjelaskan bahwa dari rencana pembangunan lima SMP baru pada tahun 2025, hanya tiga lokasi yang siap, yakni di Waru Gunung, Medokan Ayu, dan Tambak Wedi. Ketiga sekolah tersebut dibangun di atas lahan milik Pemkot Surabaya. Sementara dua lokasi lainnya, di Lakar Santri dan Jeruk, masih memerlukan evaluasi lebih lanjut.
“Dalam RPJMD 2025, targetnya memang lima SMP, tetapi dua lokasi belum siap. Namun, tiga lokasi lainnya sudah siap, meskipun operasionalnya baru bisa dimulai pada 2026,” jelas Akmarawita.
Selain itu, legislator Partai Golkar ini juga menyoroti efisiensi anggaran di Dinas Pendidikan Surabaya dalam evaluasi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Kepala Dinas Pendidikan memastikan tidak ada pemangkasan anggaran yang signifikan, hanya dilakukan pengaturan ulang untuk kebutuhan listrik, penerangan, dan air.
“Untuk renovasi SD yang semula direncanakan di 15 titik, kini bertambah menjadi 17 titik. Sedangkan pembangunan SMP mengalami perubahan, dari semula lima titik menjadi hanya tiga titik,” tambahnya, menutup pembicaraan. {}