Berita Golkar – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan sampah. Salah satunya melalui kerja sama antar daerah dengan Pemerintah Kota Serang, yang disertai pemberian bantuan keuangan sebesar Rp65 miliar per tahun.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menjelaskan bahwa dalam kerja sama tersebut Tangsel akan mengirimkan sampah sebanyak 500 ton per hari ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah Kota Serang, tepatnya di TPA Cilowong.
“Anggarannya itu untuk bantuan keuangan sekitar satu tahunnya ya, Rp65 miliar,” ujar Pilar dalam keterangan yang diterima, Minggu (28/12/2025), dikutip dari SatelitNews.
Ia menegaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Tangsel dan Pemkot Serang telah ditandatangani secara langsung tanpa seremoni. Menurutnya, penandatanganan dilakukan secara desk-to-desk demi mempercepat proses kerja sama.
Pengiriman sampah asal kota berjuluk anggrek direncanakan mulai berjalan pada Januari 2026, setelah seluruh persiapan teknis, termasuk penunjukan transporter melalui e-katalog, selesai dilakukan.
“Januari kirim. Jadi setelah ada transporter sudah, kan transporter harus dilakukannya di tahun yang sama ya di 2026 itu harus diklik e-katalog. Begitu sudah siap, ya sudah langsung operasional pengiriman seperti itu,” ucapnya.
Untuk mendukung kelancaran operasional, Pemkot Tangsel juga telah mengirimkan alat berat ke lokasi serta menyiapkan penunjukan transporter pada awal Januari. Di sisi lain, penataan Tempat Pengolahan Sampah Cipeucang tetap dilakukan, meski fungsinya ke depan hanya sebagai lokasi transit.
Selain kerja sama dengan Kota Serang, Pemkot Tangsel juga telah menjalin kerja sama dengan pihak swasta di Cileungsi, Kabupaten Bogor, untuk penanganan sampah sebanyak 200 ton per hari. Namun, kapasitas tersebut belum mencukupi kebutuhan Tangsel yang rata-rata mencapai 500 ton per hari.
“Empat hari yang lalu, kami sudah melakukan kerja sama dengan Cileungsi melalui perusahaan, 200 ton per hari. Cileungsi Bogor, ya. Itu dengan perusahaan swasta, tapi mereka hanya sanggup 200 ton dari 500 ton yang biasa kita tangani,” bebernya.
Pilar menegaskan bahwa kerja sama antar daerah dalam pengelolaan sampah merupakan hal yang lazim dilakukan, sebagaimana daerah lain di Jabodetabek. Ia menyebut komunikasi dengan Pemkot Serang juga difasilitasi oleh Gubernur Banten.
Terkait respons masyarakat di Cilowong, Pilar menyampaikan bahwa warga pada prinsipnya dapat menerima kerja sama tersebut. Pemkot Tangsel dan Pemkot Serang juga berkomitmen memberikan kompensasi dampak lingkungan, termasuk pembangunan infrastruktur, fasilitas ibadah, dan kebutuhan warga sekitar.
Sebagai solusi jangka menengah, Pemkot Tangsel akan membangun Material Recovery Facility (MRF) dengan kapasitas hingga 1.000 ton per hari. Proses persiapan dimulai dari Januari, dengan target operasional pada pertengahan tahun setelah melalui tahapan pematangan lahan dan lelang.
“Tapi persiapannya dari mulai nol sampai operasional berjalan kan kita butuh waktu sekitar 6 sampai 7 bulan ya, dari mulai pematangan lahan. Nanti dari Januari awal lah mudah-mudahan sudah bisa mulai dilakukan lelang seperti itu,” pungkasnya. {}













