Bagus Adhi Mahendra Putra Usulkan Peningkatan Dana Desa Hingga 20 Persen

Berita GolkarAnggota Komisi II DPR RI mengusulkan agar ada peningkatan dana desa minimal 20 persen. Anggota Komisi II DPR RI A. A. Bagus Adhi Mahendra Putra mengusulkan agar ada peningkatan dana desa minimal 20 persen. Diharapkan dengan adanya peningkatan dana desa akan mempercepat pembangunan di desa.

Dengan adanya percepatan pembangunan di desa dapat membangun dan menghidupkan pundi-pundi ekonomi di desa. Dilansir dalam laman dpr.go.id, Anggota Komisi II DPR RI A. A. Bagus Adhi Mahendra Putra, berharap peningkatan dana desa ini dapat membangun dan menghidupkan pundi-pundi ekonomi di desa.

“Kita ingin membangun nusantara dari daerah. Bagaimana menggerakan pundi-pundi ekonomi di desa. Pertumbuhan sumber ekonomi di desa, di BUMDesa umpamanya,” papar Bagus Adhi.

“Yang terpenting adalah bagaimana di desa itu diberikan pemahaman membangun peta ekonomi desa. Berapa kebutuhan pangan di situ, berapa output penghasilan pangan di situ. dia surplus atau minus,” lanjutnya.

Berkembangnya perekonomian desa sangat dipengaruhi oleh perkembangan lembaga sosial dan ekonomi desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) adalah salah satu lembaga ekonomi desa yang pada kenyataannya juga menjalankan fungsi kelembagaan sosial karena perencanaan dan pengembangannya harus dilaksanakan secara partisipatif.

“Contohnya bagaimana dana desa membangun di sektor pertanian, implementasi dan outputnya harus jelas yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat, semangatnya harus ada di situ,” papar Gus Adhi.

“Contoh membangun jalan usaha tani, berarti mempercepat masyarakat dalam membawa pupuk, mempercepat masyarakat untuk membawa hasil panennya, berarti percepatan terjadi di situ,” jelas Gus Adhi.

Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini pun menegaskan, pemerintah baik pusat dan daerah perlu hadir memberikan evaluasi kepada pemerintah desa, terkait dana desa yang diberikan.

Apa yang sudah dihasilkan dari dana desa itu kalau dia mencapai target berikan dia penghargaan, ini akan merangsang kinerja kepala desa. “Ini penting sekali kita berikan penilaian sebagai fungsi kontrol juga dari anggaran yang kita berikan kepada desa. Sejauh mana peningkatan kesejahteraan yang bisa dicapai,” ujar Gus Adhi.

Semoga bermanfaat. {sbr}