DPP  

Bamsoet Segera Terbitkan Buku “1001 Gagasan untuk Golkar”, Panduan Strategi Politik hingga Aksi Nyata

Berita Golkar – Buku terbaru Bambang Soesatyo akan segera terbit. Karya ke-38 mantan Ketua MPR itu berjudul 1001 Gagasan untuk Golkar: Panduan Eksekusi Strategi Politik, Organisasi, dan Pengabdian.

Dalam buku ini, Bambang Soesatyo—politikus senior yang telah lama malang melintang di panggung nasional—menyajikan kompendium gagasan praktis dan visioner untuk menguatkan kembali posisi Partai Golkar sebagai kekuatan politik yang modern, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Sebanyak 1.001 gagasan disusun secara sistematis, mulai dari pembenahan internal partai, kaderisasi berbasis meritokrasi, strategi komunikasi digital, penguatan basis suara di daerah, hingga arah kebijakan ekonomi, pendidikan, dan ketahanan nasional yang berpihak pada usaha kecil dan menengah (UKM).

Bamsoet—sapaan Bambang Soesatyo—menekankan bahwa seluruh gagasan dalam buku ini tidak berhenti pada tataran konseptual. Setiap ide dirancang sebagai peta jalan implementatif, sehingga dapat langsung dijadikan rujukan kerja oleh pengurus partai, fraksi, organisasi sayap, hingga kader akar rumput.

Buku ini bukan sekadar kumpulan pemikiran, tetapi panduan kerja kolektif agar visi politik dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata, dikutip dari RakyatMerdeka.

Salah satu kekuatan buku ini adalah penguraian Key Performance Indicators (KPI) sebagai alat ukur kinerja partai yang konkret dan terukur. KPI tersebut dibagi ke dalam empat pilar utama.

Pertama, Pilar Elektoral. Indikator difokuskan pada capaian suara dan kekuasaan politik, seperti target kenaikan persentase suara nasional maupun daerah, penambahan kursi di DPR, DPRD provinsi serta kabupaten/kota, kemenangan pemilihan kepala daerah (pilkada), hingga tingkat retensi pemilih.

Kedua, Pilar Kaderisasi dan Organisasi. Menilai kemampuan partai dalam membangun struktur dan mencetak pemimpin baru. Indikatornya meliputi pertumbuhan anggota terdaftar pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA), keaktifan kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan, efektivitas sekolah partai, serta keterwakilan perempuan minimal 30 persen dan kaum muda dalam struktur inti.

Ketiga, Pilar Representasi dan Kebijakan. Mengukur sejauh mana partai berfungsi sebagai penyambung aspirasi rakyat. Ukurannya antara lain produktivitas legislasi berupa inisiasi dan pengawalan Rancangan Undang-Undang (RUU) maupun Peraturan Daerah (Perda), kehadiran nyata di tengah masyarakat, kecepatan respons terhadap isu publik, serta tingkat kepuasan masyarakat berdasarkan survei independen.

Keempat, Pilar Transparansi dan Digitalisasi. Diarahkan untuk menilai modernitas dan akuntabilitas tata kelola partai. Indikatornya mencakup opini audit keuangan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), tingkat keterlibatan publik di media sosial, keterbukaan informasi program dan kinerja partai secara daring, hingga penyusunan matriks ringkasan KPI partai politik.

Melalui buku ini, Bamsoet mengajak seluruh kader menjadikan gagasan sebagai bahan kerja kolektif untuk menata masa depan Golkar yang lebih kuat, berwibawa, dan berkhidmat bagi bangsa. {}