Bawang Bombay Ilegal Berpenyakit Masuk RI, Christiany Eugenia Paruntu Minta Pengawasan Impor Diperketat

Berita Golkar – Terungkapnya kasus penyelundupan 133,5 ton bawang bombay ilegal yang terindikasi membawa penyakit ke Indonesia memicu keprihatinan serius terhadap tata kelola perdagangan pangan nasional.

Masuknya komoditas hortikultura tanpa prosedur karantina dan dokumen resmi bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak ekosistem pertanian serta menekan harga hasil panen petani dalam negeri.

Kasus ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan rantai distribusi pangan strategis, khususnya di jalur pelabuhan dan antarwilayah.

Anggota Komisi VI DPR Christiany Eugenia Paruntu menegaskan, praktik penyelundupan pangan seperti ini tidak bisa ditoleransi karena dampaknya sangat luas.

Menurutnya, persoalan utama bukan sekadar jumlah bawang bombay yang diselundupkan, melainkan risiko penyakit tanaman yang dapat menyebar dan merugikan petani lokal.

“Jika komoditas berpenyakit masuk tanpa karantina, dampaknya bisa jangka panjang. Ini bukan hanya soal perdagangan ilegal, tetapi soal perlindungan petani dan ketahanan pangan nasional,” ujarnya di Jakarta, Selasa (13/1/2026), dikutip dari RM.

Christiany menilai kasus ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan impor dan distribusi komoditas strategis.

Ia meminta Kementerian Perdagangan agar bersikap lebih tegas melalui pengetatan perizinan impor, pengawasan distribusi pasca-pelabuhan, serta penindakan terhadap pelaku usaha yang melanggar ketentuan.

Selain itu, BUMN, dalam hal ini yang bergerak di sektor logistik dan pangan diminta turut bertanggung jawab memastikan rantai pasok berjalan sesuai aturan dan tidak menjadi celah masuknya komoditas ilegal.

“Pengawasan harus tegas dari hulu ke hilir. Negara tidak boleh kalah oleh praktik ilegal yang merugikan petani dan konsumen,” tegasnya.

Lebih lanjut, Christiany juga menyoroti dampak ekonomi dari masuknya bawang bombay ilegal terhadap stabilitas harga dan keberlangsungan usaha petani hortikultura dalam negeri. Menurutnya, banjir produk ilegal dapat menekan harga di tingkat petani dan melemahkan semangat produksi. {}