Berangkat ke Korsel, Menteri P2MI Mukhtarudin Beri Pesan PMI Jaga Kepercayaan Pemberi Kerja

Berita Golkar – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengingatkan ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan bekerja di Korea Selatan, untuk tidak meninggalkan pekerjaan secara sepihak atau kabur dari tempat kerja. Sebab, tindakan tersebut tak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merusak kepercayaan pemberi kerja terhadap Indonesia.

“Saya minta dari 243 orang ini tidak ada yang kabur dan tidak ada yang pulang di tengah jalan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan dan nama baik bangsa,” kata Mukhtarudin saat melepas keberangkatan 243 PMI ke Korsel, sekaligus menggelar Orientasi Pra-Pemberangkatan bagi 314 calon PMI melalui skema penempatan government to government (G to G) di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Senin (5/1/2026).

Mukhtarudin berpesan agar para PMI menjaga nama baik bangsa selama bekerja di Korsel, mematuhi aturan setempat, serta menghormati budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.

Mukhtarudin juga menerangkan bahwa orientasi pra pemberangkatan merupakan bagian penting dari proses perlindungan pekerja migran Indonesia sebelum bekerja di luar negeri. Karena, melalui pembekalan ini, para calon pekerja migran dipersiapkan agar mampu beradaptasi, bekerja secara profesional, dan terlindungi selama masa penempatan.

“Hari ini kita melaksanakan orientasi pra pemberangkatan bagi calon pekerja migran Indonesia yang akan berangkat ke Korea Selatan. Ini merupakan bagian dari proses pelindungan, mulai dari sebelum bekerja, saat bekerja, hingga setelah bekerja,” ujar Mukhtarudin, dikutip dari Sinpo.

Mukhtarudin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Korea Selatan yang selama ini menjadi mitra strategis Indonesia. Karena, tak hanya dalam penempatan tenaga kerja, tetapi juga kerja sama di berbagai sektor strategis lainnya.

Dia menerangkan, saat ini Indonesia mulai menempatkan tenaga kerja ke beberapa sektor dengan keahlian menengah hingga tinggi. Beberapa waktu lalu, pemerintah telah mengirim pekerja Indonesia ke industri strategis pertahanan Korea Selatan melalui skema visa E7.

“Kita sudah mengirim tahap awal untuk penempatan tenaga kerja berkeahlian tinggi ke Korea Selatan. Artinya, peluang kerja sama ini terbuka untuk tenaga kerja berkeahlian rendah, menengah, hingga tinggi,” kata Mukhtarudin.

Lebih lanjut, Mukhtarudin mengucapkan selamat kepada para pekerja migran yang akan berangkat dan menekankan bahwa proses yang mereka lalui tidaklah mudah. Mulai dari pelatihan, peningkatan keterampilan, hingga lulus ujian bahasa, semuanya merupakan tahapan panjang yang patut diapresiasi.

“Saya ucapkan selamat. Tidak mudah sampai ke tahapan ini. Maka manfaatkan lima hari orientasi pra pemberangkatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Indonesia EPS Center, Choi Ho Yoeng, menyampaikan ucapan selamat kepada para calon pekerja migran Indonesia yang akan berangkat ke Korea Selatan. Ia mengapresiasi capaian para peserta yang telah melalui serangkaian proses seleksi ketat.

“Melihat Anda banyak yang akan pergi ke Korea, saya mengucapkan selamat dari hati yang paling dalam. Anda semua sudah berhasil melewati ujian bahasa Korea, uji keterampilan, dan penandatanganan kontrak kerja. Ini sangat luar biasa,” ujar Choi.

Namun demikian, Choi mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar. Menurutnya, bekerja dan tinggal di Korsel membutuhkan kesiapan mental yang kuat.

“Bekerja dan tinggal di Korea akan jauh lebih sulit. Mohon persiapkan diri dan mental dengan kuat,” katanya.

Choi menekankan tiga hal utama yang harus menjadi pegangan PMI selama bekerja di Korsel, yakni keselamatan, kesehatan, serta kemampuan berbahasa dan keterampilan kerja.

“Saya selalu menekankan tiga hal, yaitu keselamatan, kesehatan, serta terus belajar bahasa Korea dan meningkatkan keterampilan. Lima tahun lagi, jika Anda pulang ke Indonesia dengan membawa tiga hal ini, berarti Anda sudah sukses,” ucapnya. {}