DPP  

Dave Laksono Bantah Tudingan Hasto: Partai Golkar Calonkan Tokoh Sesuai PDLT dan Hasil Survei

Berita Golkar – Wali Kota Medan Bobby Nasution bersiap maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) lewat Partai Golkar. Pencalonan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilgub Sumut itu sempat mendapat sindiran dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut menguntungkan ‘dewa-dewa’.

Merespons tudingan Hasto itu, Golkar pun buka suara. Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, menegaskan pencalonan Bobby berdasarkan prestasi dan tidak tercela.

“Kami mencalonkan tokoh berdasarkan prestasi dedikasi loyalitas dan tak tercela. Lalu disurvei untuk dinilai seberapa besar penerimaan masyarakat dan tingginya hasil survei,” kata Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, Senin (8/4/2024), dikutip dari detikNews.

Untuk diketahui, Bobby merupakan bekas kader PDIP. Ia menjadi Wali Kota Medan setelah diusung oleh partai berlambang banteng itu pada Pilkada 2020. Setelah berkuasa, Boby dipecat dari PDIP lantaran mendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024.

Dave menjelaskan alasan Golkar memilih Bobby sebagai bakal cagub Sumut. Golkar, kata Dave, memprioritaskan kader terbaik berlaga di Pilkada 2024. “Ada sejumlah faktor yang jadi alasan dan landasan penentu,” ujar Dave.

“Yang tadi saya sampaikan, kita prioritaskan kader terbaik untuk posisi yang tersedia,” imbuhnya.

Tanggapan Menohok Hasto

Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyoroti supremasi hukum di Indonesia yang dianggap sebagai supremasi kekuasaan satu pihak. Ia lantas menyinggung Bobby Nasution yang mengatakan diri siap maju sebagai cagub Sumut.

Hal tersebut disampaikan Hasto dalam diskusi ‘Membuka Kotak Pandora Sirekap Saksi Bisu Kejahatan Pilpres 2024’ di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Ia mulanya menyampaikan jika kotak pandora susah dibuka oleh Presiden Jokowi.

“Jadi acara kita ini bukan membuka kotak pandora karena kotak pandora sudah dibuka, siapa yang membuka? Itu adalah abuse of power dari Presiden Jokowi, itu yang membuka kotak pandora,” ujar Hasto mengawali sambutannya di Batik Kuring, Jakarta Selatan, Minggu.

Hasto lantas mengatakan majunya Bobby sebagai bakal cagub Sumut hanya menguntungkan ‘dewa-dewanya’. Hasto juga menyinggung soal sikap hakim MK Anwar Usman.

“Nah ini ada akibat dampak kotak pandora yang pertama, yang menguntungkan dewa-dewanya, bukan rakyatnya. Kotak pandora yang kedua adalah sikap kenegarawanan hakim MK oleh Anwar Usman direduksi menjadi sikap kekeluargaan,” imbuh Hasto.

Pencalonan Bobby di Pilgub Sumut

Bobby sudah menyatakan bakal maju dalam Pilgub Sumut lewat Partai Golkar. Namun, menantu Presiden Jokowi itu mengaku tak hanya dirinya saja yang menjadi kandidat cagub dari Golkar.

Bobby mengatakan dirinya dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah yang akan menjadi kandidat calon gubernur dari Partai Golkar di Sumatra Utara. “Yang dari Golkar yang saya lihat ada dua ya, Bang Ijeck (Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah) sama saya yang diundang,” ungkapnya di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Sabtu.

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga sudah memastikan terkait pencalonan Bobby dalam Pilgub Sumut. Ia membenarkan Bobby bakal maju sebagai cagub Sumut lewat Partai Golkar. Airlangga mengaku telah memberikan penugasan kepada Ketua DPD Golkar Sumatera Utara Musa Rajekhsah untuk mendampingi Bobby dalam Pilgub Sumut.

“Di sana juga diberikan surat kepada Wakil Gubernur sekaligus Ketua DPD Sumut yaitu Saudara Musa Rajekhsah,” kata Airlangga saat konferensi pers di Hote Le Meridien, Jakarta Pusat, Minggu. {sumber}