Berita Golkar – Insiden penembakan pesawat sipil di Korowai, Papua Selatan, menampar wajah negara, nyawa pilot dan kopilot Smart Air melayang. Penanganan Papua tak cukup dengan pendekatan bersenjata, harus diimbangi dengan konsistensi berdialog.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan, penanganan keamanan di Papua harus mengawinkan aspek keamanan dengan dialog, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Selain penegakan hukum, penanganan Papua membutuhkan pendekatan komprehensif yang menggabungkan keamanan dengan dialog, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Dave kepada Inilah, Sabtu (14/2/2026).
Menurut dia, pendekatan terpadu penting untuk membongkar akar masalah yang selama ini berulang.
“Langkah menyeluruh ini diharapkan mampu mengurangi ketegangan, memperkuat kepercayaan, serta menyelesaikan akar permasalahan secara berkelanjutan sehingga Papua dapat menikmati kedamaian dan kemajuan setara dengan daerah lain di Indonesia,” ujarnya.
Dave memastikan Komisi I akan terus mengawal setiap kebijakan pemerintah terkait Papua agar tetap berada di rel hukum dan menghormati hak asasi manusia.
“Komisi I DPR RI akan terus memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah terkait Papua dijalankan dalam koridor hukum, dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta berorientasi pada kepentingan nasional dan perlindungan warga sipil,” tutur Dave.
Ia menekankan, agar langkah pemerintah tak melulu berfokus pada keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan publik dan menciptakan iklim damai yang berkelanjutan.
“Komitmen ini penting agar langkah yang ditempuh pemerintah tidak hanya menegakkan keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi perdamaian dan kesejahteraan di Papua,” jelas dia.
Sebelumnya, serangan terjadi Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 11.00 WIT. Pesawat Smart Air yang membawa 13 penumpang ditembaki saat mendarat di Bandara Korowai Batu. Pilot dan kopilot tewas di lokasi.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menyebut evakuasi kru dijadwalkan Kamis (12/2/2026), diawali pengamanan serta olah tempat kejadian perkara oleh tim satgas.
Di hari yang sama, tembakan juga pecah di area PT Freeport Indonesia. Rombongan kendaraan perusahaan ditembaki di KM 50, Timika, Papua Tengah. Aparat kini memburu pelaku.
“Yang di Freeport juga kan dilakukan pengejaran terhadap mereka. Kalau itu juga sudah dievakuasi yang luka maupun yang gugur. Kan sudah semua selesai. Dan kita sedang buru mereka,” ucap dia. {}













