Ditunggu 80 Tahun, Sarifah Suraidah Bersyukur Jalan Tering–Ujoh Bilang Akhirnya Rampung

Berita Golkar – Konektivitas jalur darat Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur akhirnya terwujud setelah 80 tahun sejak Indonesia Merdeka.

Sebab, jalan lintas wilayah barat di Benua Etam tersebut selama ini masih terputus dan kondisinya sangat memprihatinkan. Jalanannya rusak berat.

Anggota Komisi VI Fraksi Partai Golkar DPR dari Dapil Kalimantan Timur Sarifah Suraidah mengaku sangat bersyukur dan bangga lantaran harapan masyarakat di Kubar dan Mahulu bisa terwujud. Jalur darat antar wilayah yang menghubungkan Tering di Kubar menuju Ujoh Bilang di Mahulu, akhirnya tersambung.

‘‘Alhamdulillah, patut kita syukuri bersama. Infrastruktur jalan dari Tering menuju Ujoh Bilang sudah terhubung, setelah 80 tahun sejak Indonesia Merdeka daerah ini masih terisolir. Saya sangat bangga dan terharu, masyarakat di Kubar dan Mahulu sudah bisa menikmati jalan yang lebih baik saat ini,“ beber Sarifah Suraidah dalam Kunjungan Kerja Reses DPR RI sekaligus menghadiri peresmian ruas Jalan Tering-Ujong Bilang di Kubar, Kaltim, pekan lalu.

Menurut Bunda Harum, panggilan akrab Sarifah Suraidah, peresmian infrastruktur jalan Tering-Ujoh Bilang ini merupakan momen bersejarah terwujudnya pemerataan pembangunan wilayah di dua kabupaten di Kalimantan Timur yang selama ini sangat tertinggal.

Masyarakat di Kubar dan Mahulu bertahun-tahun lamanya sangat mendambakan jalan darat yang nyaman menghubungkan wilayah tersebut.

‘‘Kami mengapresiasi komitmen dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menghadirkan pembangunan infrastruktur yang merata hingga wilayah pedalaman, khususnya di Kubar dan Mahulu. Mohon doanya, jalur darat di wilayah barat Kalimantan Timur akan bisa tuntas bertahap dalam 2 tahun ke depan,” ungkap Bunda Harum, bangga, dikutip dari RM.

Bunda Harum yang juga Anggota Banggar DPR RI ini menegaskan bahwa Kalimantan Timur masih membutuhkan peran Pemerintah Pusat dalam pembangunan infrastruktur antar wilayah di daerah pedalaman.

Melalui kegiatan Serap Aspirasi Dapil, ia akan mendorong agar Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait untuk bisa merealisasikan konektivitas antar wilayah terisolir melalui dukungan anggaran yang signifikan bagi Kalimantan Timur.

“Saya berpesan, tetap semangat dan jangan lelah untuk membangun Kalimantan Timur di wilayah yang masih tertinggal. Pembangunan infrastruktur yang merata akan membuka akses ekonomi, pendidikan, kesehatan maupun pelayanan publik yang lebih baik bagi masyarakat,” papar Bunda Harum yang juga merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur ini.

Dalam kesempatan Kunker di Kubar-Mahulu tersebut, Bunda Harum hadir mendampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud beserta Ketua DPRD Kalimantan Timur Hasanuddin Mas’ud, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati H. Nanang Adriani dan jajaran Forkopimda Kutai Barat. {}