Gaya Kungfu Bahlil Lahadalia: Menjawab Bullyan Netizen dengan Keteguhan dan Prestasi

Berita GolkarMenteri ESDM, Bahlil Lahadalia membuktikan dirinya sebagai sosok yang fenomenal. Sempat mengalami serangan dan bullyan hebat oleh netizen akibat kesalahan persepsi berbagai kebijakan sektor energi, kini netizen seolah melakukan taubat massal. Itu terjadi setelah Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengklarifikasi berbagai hal di podcast Kasisolusi yang dipandu oleh Deryansha Azhary.

Dalam podcast tersebut, Bahlil mengklarifikasi berbagai tudingan netizen terhadap dirinya. Mulai dari persoalan tambang Raja Ampat yang sempat membuat Bahlil jadi bulan-bulanan netizen hingga permasalahan kelangkaan gas LPG 3Kg. Bagi Bahlil kebijakannya selalu akan berorientasi pada kepentingan rakyat. Dalam persoalan tambang Raja Ampat misalnya, ia menjelaskan secara gamblang bahwa izin pertambangan sudah ada sebelum dirinya menjabat sebagai Menteri ESDM, bahkan sebelum ia lahir.

IUP (Izin Usaha Pertambangan) di Raja Ampat sendiri terbit di tahun 1970-an. Jauh sebelum Bahlil ada. Sehingga rasanya tak adil apabila menyalahkan Bahlil atas eksistensi pertambangan di Raja Ampat. Namun Bahlil tak lari dari tanggung jawab, tanggung jawab yang semestinya tak ditanggungnya.

Ia membekukan izin pertambangan di Raja Ampat, mereview operasi pertambangan tersebut, apakah memunculkan kerusakan lingkungan atau tidak. Di satu sisi, kebijakan menghentikan sementara pertambangan ini memunculkan potensi kerugian bagi pengusaha. Tetapi Bahlil tak bergeming, ia tetap pada posisinya. Kepentingan lingkungan dan kehendak rakyat menjadi panduannya dalam mengambil kebijakan.

Pun dalam persoalan elpiji 3 Kg, Bahlil lagi-lagi menjadi bulan-bulanan netizen dan masyarakat kala pengaturan tata kelola elpiji 3 Kg ingin dilakukan. Niat Bahlil sederhana, agar subsidi tepat untuk masyarakat. Selama ini ia menyoroti, harga elpiji yang dijual ke masyarakat di atas Rp. 20.000, padahal seharusnya masyarakat bisa mendapatkan harga lebih murah, yakni di kisaran Rp. 16.000.

“Negara subsidi Rp 12.000 minimal sampai Rp 12.500 per kilogram. Jadi satu tabung LPG 3 kg itu kita subsidi kurang lebih sekitar Rp 6.000, idealnya harga ini sampai di rakyat tidak lebih Rp 16.000,” ujar Bahlil saat menghadiri Indonesia Economic Summit di Shangri-La Jakarta, pada Rabu, 19 Februari 2025 lalu.

Gaya Kungfu Bahlil Melawan Stigma Negatif

Saat menghadapi bullyan netizen, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terlihat menerima. Ia tak membalas, padahal dengan jabatan sebagai seorang menteri dan ketua umum partai terbesar di Indonesia, Bahlil mempunya sumber daya yang cukup untuk melakukan serangan balik. Alih-alih menyerang balik, Bahlil justru pasrah sembari ia mengurai benang kusut permasalahan. Bahlil layaknya seorang master kungfu yang memiliki filosofis menerima, mengalir, dan bijaksana.

Kungfu sendiri bukan hanya rangkaian jurus atau pertarungan fisik, melainkan jalan panjang pembentukan diri. Dalam setiap gerakan yang mengalir, tersimpan ajaran tentang keseimbangan antara kekuatan dan kendali, antara keberanian dan kebijaksanaan. Seorang praktisi kungfu diajarkan untuk memahami tubuhnya sebagai bagian dari alam semesta. Seorang praktisi kungfu, bernapas mengikuti ritme alam, bergerak selaras dengan tanah yang dipijak, dan menyalurkan energi tanpa kesombongan.

Filosofi kungfu juga menekankan kemenangan tertinggi bukanlah mengalahkan lawan, melainkan menaklukkan diri sendiri. Kesabaran dalam latihan, kerendahan hati dalam kemampuan, serta keteguhan dalam prinsip menjadi fondasi sejati seorang pendekar. Jurus yang indah tidak lahir dari amarah, tetapi dari kejernihan pikiran dan ketenangan batin.

Dalam konteks bullyan netizen, Bahlil sabar menerimanya. Meski terkadang hatinya menjerit. Tapi ia mengaku sudah terbiasa menerima sikap yang cenderung diskriminatif dari sejak kecil. Ia lebih memilih memaafkan para pembullynya ketimbang melakukan serangan balik dan klarifikasi secara brutal. Ia melihat momentum, kapan harus menangkis, kapan harus memukul balik.

“Saya jujur mengatakan begini ya, kalau meme ke pribadi saya, yang sudah mengarah ke pribadi, saya itu memang sudah biasa dihina sejak masih kecil,” ucap Bahlil seperti dimuat Tribunnews.com pada Jumat (24/10/2025).

Perundungan itu diterima Bahlil karena kondisi fisik dan latar belakang ekonominya yang dulu anak dari seorang buruh cuci dan buruh bangunan.

“Karena saya kan bukan anak pejabat, saya kan anak orang dari kampung. Ibu saya kan memang hanya buruh cuci di rumah orang. Ayah saya buruh bangunan. Jadi hinaan itu terjadi sejak saya SD, masih kecil. Jadi menurut saya itu nggak apa-apalah,” ungkap Bahlil.

Dijawab dengan Prestasi

Bukan hanya klarifikasi di podcast Kasisolusi yang membuat banyak netizen berbalik arah persepsi kepada sosok Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Prestasi juga menjadi banyak orang mulai melihat sisi positif keberadaan Bahlil di kabinet. Ia sosok yang menjawab hinaan dengan prestasi dan karya nyata.

Terbukti di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, realisasi investasi di sektor energi mencapai US$ 31,7 miliar atau sekitar Rp 533 triliun pada 2025. Angka ini menunjukkan ketahanan investasi di tengah gejolak pasar global, terutama karena investasi tetap mengalir pada subsektor migas, mineral dan batubara, listrik, serta energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE). Kontribusi terbesar berasal dari sektor migas dengan sekitar US$18 miliar dari total investasi.

Sementara itu, realitas fiskal sektor ESDM menunjukkan ketahanan: total PNBP yang dibukukan kementerian mencapai Rp 138,37 triliun, atau 108,56% dari target tahunan sebesar Rp. 127,44 triliun. Kontribusi terbesar datang dari subsektor minerba dan energi panas bumi, sementara subsektor lainnya bahkan melampaui ekspektasi dengan realisasi mencapai lebih dari tiga kali target di beberapa area.

Namun, gambaran berbeda terlihat di sektor migas. Realisasi PNBP migas sepanjang 2025 hanya mencapai sekitar Rp 105,4 triliun, atau sekitar 83,7% dari target Rp125,46 triliun. Ini disebabkan oleh perbedaan antara asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN dengan realisasinya di pasar global yang lebih rendah, rata-rata sekitar US$ 68 per barel, di bawah asumsi APBN sekitar US$ 80-82 per barel.

Salah satu berita paling menonjol dari sektor energi nasional adalah keberhasilan Indonesia memenuhi target lifting minyak bumi rata-rata 605,3 ribu barel per hari pada 2025, atau 100,05% dari target APBN. Pencapaian ini merupakan yang pertama kalinya terjadi dalam hampir satu dekade.

Selain investasi dan produksi migas, sektor ESDM juga memperkuat kontribusi energi baru terbarukan (EBT). Sepanjang 2025, bauran energi terbarukan mencapai 15,75%, dengan kapasitas terpasang EBT mencapai 15.630 MW, termasuk pembangkit hidro, bioenergi, panas bumi, serta surya. Ini merupakan capaian terbesar dalam lima tahun terakhir.

Sektor ini juga tetap menjadi sumber penyerapan tenaga kerja signifikan. Sepanjang 2025, total tenaga kerja langsung yang terserap mencapai sekitar 871 ribu orang, belum termasuk dampak tidak langsung yang bisa berkali lipat dari angka ini. Pemerintah menilai penciptaan lapangan kerja di sektor energi merupakan bagian penting dari tanggung jawab pembangunan nasional.

Jadi bagaimana netizen? Apakah Bahlil Lahadalia layak menjadi pendekar kungfu?

Leave a Reply