Berita Golkar – Ketua DPD I Partai Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih (Demer) menegaskan kerja-kerja politik dalam membesarkan partai bukan hanya dengan rekrutmen kader.
Mempopulerkan partai sehingga menarik simpati masyarakat khususnya anak-anak muda juga merupakan kerja politik. Hal itu diungkapkan Demer saat menutup Golkar Denpasar Cup Tasters Championship, di Wantilan DPD I Golkar Bali, Jalan Surapati Nomor 9 Denpasar, Minggu (1/2/2026) sore.
Demer mengaku, rekrutmen pengurus dan kader sangat penting untuk menghidupkan mesin partai. “Namun jangan lupa, membuat partai populer, diminati masyarakat khususnya anak-anak muda juga sebuah nilai tambah. Anak-anak muda Bali, meskipun tidak menjadi pengurus, namun mereka dekat dengan Golkar, itu sebuah modal menjadikan kita besar. Maka diplomasi kopi melalui Cup Tasters Championship adalah wadahnya,” ujar Demer.
“Jadi kerja politik itu tidak hanya berhenti dengan urusan rekrutmen kader. Dengan kita mengadakan kegiatan Cup Tasters Championship ini, anak-anak muda mengenal Partai Golkar. Kalau sudah kenal dengan pengurus dan kader, berpeluang mereka memberikan simpati saat Pemilu. Nilai tambah Cup Tasters Championship ini memberikan manfaat untuk anak muda,” imbuh politisi asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng ini.
Sementara saat menutup pelaksanaan Golkar Denpasar Cup Tasters Championship, anggota Komisi VI DPR RI yang salah satunya membidangi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) ini mendorong kedai kopi yang merupakan UMKM bisa masuk di gerai BUMN. Demer menegaskan, BUMN perlu memberikan kesempatan kepada kedai kopi lokal supaya bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Saya sudah bicara dengan Kementerian BUMN agar kedai kopi lokal di Bali disiapkan gerai oleh BUMN. Misalnya di bandara-bandara dan gerai milik BUMN lainnya, ini strategi untuk mengangkat UMKM lokal Bali. Mereka akan bisa menembus pasar internasional, BUMN harus menjadi agent of development,” ujar Demer.
Menurut Demer, produk kopi Bali harus bisa bersaing dengan produksi kopi negara lain. Kata dia, hal ini bisa menguatkan posisi Bali di dunia internasional. “Menguatkan petani, produk kopi dan pengusahanya. Kopi Bali bisa mensubstitusi kopi impor yang mulai masuk ke Indonesia dan Bali,” tegas politisi yang mengaku mulai menekuni perkebunan kopi di desa kelahirannya.
Ditegaskan Demer, saat ini ada tren usaha kopi yang menjamur di Bali. Ada 300 sampai 400 gerai lokal berdiri di Bali. Gerai ini menyambut fenomena Krama Bali, anak-anak muda yang menjadi penikmat kopi.
“Jadi bisnis kopi ini sangat tren dan menjanjikan. Peminatnya meningkat, maka harus ada dukungan kepada usaha ini,” ujar mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali ini.
Kata dia, gerai kopi yang terus berkembang ini memberikan dampak positif untuk pertumbuhan ekonomi. Ada penyerapan tenaga kerja dan produksi petani. Dari fenomena penikmat kopi yang semakin banyak, menurut Demer, Golkar Bali mengadakan Tasters Cup Championship, untuk menjaring penyaji kopi yang profesional. Bahkan sampai melibatkan panitia atau juri berkaliber internasional.
“Saya sampaikan ke panitia agar jurinya benar-benar independen, sehingga tampil juara sejati, bukan juara abal-abal. Bukan menang karena hubungan teman. Jadi tujuan kami melaksanakan kompetisi ya mencari juara yang sesungguhnya yang bisa nembus ajang nasional dan internasional,” tegas Demer, dikutip dari NusaBali. {}













