DPD 1  

Gde Sumarjaya Linggih: Sampah, Macet, dan Keamanan Bisa Bikin Wisatawan Tinggalkan Bali

Berita GolkarPartai Golkar memberi perhatian serius terhadap kondisi pariwisata Bali yang dinilai membutuhkan penanganan segera dan menyeluruh.

Ketua DPD I Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih mengingatkan Bali berisiko ditinggalkan wisatawan jika berbagai persoalan mendasar tidak segera ditangani secara terintegrasi.

Politisi asal Buleleng itu menyoroti semakin kompleksnya perbincangan publik, khususnya di media sosial, yang banyak menyinggung persoalan Bali. Isu sampah, keamanan, hingga kemacetan parah disebut menjadi sorotan utama masyarakat maupun wisatawan.

“Di media sosial banyak dibicarakan kondisi Bali yang semakin berat, mulai dari persoalan sampah, keamanan, sampai kemacetan,” ujar politisi yang akrab disapa Demer dalam diskusi bertajuk “Membangun Bali yang Sustainable” di Denpasar, dikutip dari RadarBuleleng.

Anggota Komisi VI DPR RI tersebut menjelaskan, diskusi itu digelar untuk menggali pandangan para pakar terkait kondisi riil Bali sekaligus merumuskan solusi yang aplikatif, bukan sekadar konsep di atas kertas.

Dari forum tersebut, Golkar Bali memperoleh gambaran utuh mengenai persoalan pariwisata sekaligus langkah-langkah konkret yang perlu segera dilakukan.

“Kalau tidak segera kita diskusikan dan sampaikan kepada para pemangku kepentingan, Bali bisa menjadi tidak berkelanjutan dan berpotensi ditinggalkan,” tegasnya.

Demer menambahkan, Bali tidak bisa menghindari realitas sebagai daerah dengan ekonomi berbasis pariwisata. Investasi besar telah dilakukan, mulai dari pembangunan sumber daya manusia hingga pengembangan destinasi wisata. Namun, upaya itu akan sia-sia jika tidak dibarengi sistem pendukung yang memadai.

“Anak-anak kita sudah disiapkan pendidikannya, destinasi pariwisata juga sudah dibangun. Namun, jika tidak didukung sistem transportasi, infrastruktur, pengelolaan sampah, penanganan banjir, dan keamanan yang baik, pariwisata itu akan terdegradasi,” ujarnya.

Untuk mencegah kondisi semakin memburuk, Golkar Bali berkomitmen melanjutkan kajian dan diskusi bersama akademisi, praktisi, serta para guru besar yang memahami Bali secara mendalam.

Hasil kajian tersebut akan dirangkum dan disampaikan melalui jalur Partai Golkar, khususnya fraksi, agar dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan pemerintah.

“Hasil kajian ini akan kami simpulkan dan sampaikan melalui saluran Partai Golkar, khususnya fraksi, agar bisa menjadi referensi kebijakan bagi pemerintah,” pungkas Demer. {}