Berita Golkar – Pemprov Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud (Harum) menunaikan komitmen yang telah lama diucapkan. Yakni menghadirkan pemerintah di tengah rakyat.
Tak hanya melalui pembangunan infrastruktur, namun juga melalui program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Seperti keadilan sosial, kesejahteraan, serta penghormatan terhadap profesi-profesi pengabdi.
Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah utara Kaltim, tepatnya di Bontang, Sabtu (12/7/2025), Harum menyerahkan sejumlah penghargaan dan bantuan dalam rangkaian program Gratispol dan Jospol.
“Kami datang hari ini membawa janji yang dulu pernah kami ucapkan. Janji bahwa pemerintah hadir untuk rakyat, tidak hanya membangun gedung dan jalan, tapi juga membangun keadilan, kesejahteraan, dan harga diri,” tegas Harum dalam sambutannya di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.
Melalui program Gratispol, Pemprov Kaltim memberikan penghargaan berupa perjalanan ibadah umrah dan perjalanan religi kepada para marbot masjid, guru agama, serta penjaga rumah ibadah non-muslim yang selama ini telah mendedikasikan hidupnya menjaga nilai-nilai spiritual di masyarakat.
“Mereka adalah penjaga moral masyarakat. Mereka yang tak pernah menuntut, namun selalu hadir di garis depan dalam menguatkan spiritualitas umat,” ujar Harum, dikutip dari KaltimPost.
Selain itu, Pemprov Kaltim menyerahkan insentif Jospol kepada lebih dari 31.000 guru se-Kaltim. Para penerima berasal dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga guru-guru di madrasah dan pondok pesantren.
Secara khusus untuk Bontang, sebanyak 2.799 guru yang telah terdata oleh Dinas Pendidikan Bontang akan menerima bantuan insentif sebesar Rp 500.000 per bulan dari Pemprov Kaltim.
“Para guru adalah penanam benih masa depan. Tanpa mereka, tak akan lahir generasi emas Kaltim. Maka perhatian kepada guru adalah perhatian terhadap masa depan provinsi ini,” tegasnya.
Tak hanya itu, pada kesempatan yang sama Gubernur menyerahkan bantuan sosial kepada sejumlah lembaga kesehatan sosial dan usaha ekonomi produktif di Bontang.
Bantuan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap peran aktif lembaga-lembaga sosial dalam pembangunan masyarakat, utamanya di bidang pelayanan sosial, kesehatan, dan penguatan ekonomi kerakyatan.
“Kami percaya, pembangunan sosial tak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Peran serta masyarakat dan lembaga sosial sangatlah penting. Karena itu, kami dorong dan dukung agar mereka terus bergerak,” tambahnya.
Tak kalah penting, sertifikat halal juga diserahkan kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di Bontang. Sertifikasi halal itu diyakini menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Upaya ini sejalan dengan tekad kita untuk mendorong UMKM naik kelas. Kita ingin pelaku usaha tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang bahkan bisa ekspor,” jelasnya.
Harum menegaskan semua program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah rakyat. {}