Gubernur Melki Laka Lena Ingatkan Kades di NTT Hindari Dendam Politik

Berita GolkarGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengingatkan para kepala desa (kades) di Kabupaten Flores Timur agar menghindari dendam politik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Gubernur yang akrab disapa Melki Laka Lena ini menekankan saat ini Provinsi NTT sedang menghadapi dua tantangan utama, yakni kemiskinan ekstrem dan stunting.

“Soal kemiskinan (jangan sampai) ada yang tidak dukung bapa desa maka tidak masuk dalam data kemiskinan. Dosa kita dunia akhirat,” kata Melki Laka Lena dalam pertemuannya dengan para kades dan kepala sekolah di Rumah Jabatan Bupati Flores Timur, Kamis (3/4/2025) malam, dikutip dari DetikCom.

Laka Lena menyebutkan terdapat sekitar Rp 500 triliun dana untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia, tetapi jumlah orang miskin di NTT terus bertambah.

“Mentalitas kemiskinan ini harus kita cabut dari NTT. Kalau orang memang miskin kita urus dia, tapi kalau miskin yang disengaja itu disetop dulu,” imbuh politikus Partai Golkar itu.

Selain membahas permasalahan kemiskinan dan stunting, Laka Lena juga meminta kerja sama dari Kapolres Flores Timur, Dandim 1624 Flores Timur, serta para kepala sekolah agar anak-anak mendapatkan perhatian dan pembinaan yang lebih baik di masa depan.

“Kalau boleh kelas I SMA kalau mau jadi taruna angkatan darat, angkatan laut tidak boleh minum mabuk, tidak boleh merokok biar otak bagus, fisik bagus, psiko juga bagus,” ujarnya.

Melki menekankan anak-anak saat ini harus memiliki kualitas yang lebih unggul. Selain itu, ia berharap siswa SMA dapat dikenalkan dengan potensi daerah mereka masing-masing.

“Beri waktu interaksi potensi daerah, perikanan apa, pertanian apa, dan kebudayaan. Tidak bisa dia bicara tentang Flores Timur, tapi tidak tahu potensinya bagaimana,” tandasnya. {}