Gubernur NTT Melki Laka Lena Peringatkan Ancaman Terorisme Lintas Agama Menyasar Anak

Berita GolkarGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan adanya anak-anak di NTT yang terpapar paham terorisme lintas agama. Temuan itu, menurut dia, menjadi peringatan serius bagi semua pihak.

“Ini alarm bagi kita semua,” kata Melki saat menghadiri syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Ikatan Keluarga Manggarai Raya Kupang (IKMR) di Hotel Cahaya Bapa Kupang, Sabtu malam (31/1/202, sebagaimana dikutip dari akun Facebook Melki Laka Lena.

Melki mengatakan, keluarga harus menjadi benteng pertama dan terakhir dalam melindungi anak-anak dari pengaruh paham ekstrem. Upaya itu perlu didukung oleh sekolah dan komunitas sosial agar anak-anak NTT tidak terpapar terorisme lintas agama.

“Dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja, sehingga kewaspadaan bersama menjadi keharusan,” ujar Melki, dikutip dari FoxNTT.

Ia menilai perkembangan teknologi digital membawa tantangan serius bagi ketahanan keluarga, sosial, dan generasi muda di NTT. Menurut dia, ancaman justru hadir melalui perangkat yang digunakan sehari-hari. “Tantangan terbesar justru ada di genggaman tangan kita,” kata politikus Partai Golkar itu.

Melki menjelaskan, melalui gawai anak-anak dapat terpapar konten berbahaya, bahkan direkrut ke dalam paham ekstremisme tanpa disadari oleh orang tua.

Dalam kesempatan tersebut, Melki juga dikukuhkan sebagai Penasihat Kehormatan IKMR Kupang. Ia menegaskan, meski Manggarai Raya telah terbagi secara administratif menjadi tiga kabupaten, ikatan budaya dan persaudaraan tetap satu.

Ia juga menyoroti persoalan kemiskinan ekstrem dan pendidikan yang masih menjadi tantangan di NTT. Menurut Melki, demokrasi politik berkembang pesat, tetapi demokrasi ekonomi belum sepenuhnya mengimbangi.

Karena itu, pemerintah provinsi terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui program One Village One Product, One Community One Product, serta pengembangan produk berbasis sekolah dan komunitas.

Melki menyebut IKMR memiliki sumber daya manusia yang kuat untuk berkontribusi dalam pembangunan. Potensi seperti kopi Manggarai, kata dia, memiliki nilai tambah besar jika dikelola dengan baik.

Saat ini, UMKM NTT juga didukung melalui akses Kredit Usaha Rakyat berbunga rendah, pendampingan, dan akses pasar. “Saya mengajak seluruh komunitas Manggarai Raya untuk masuk aktif dalam rantai produksi dan distribusi,” ajak Melki.

Ia berharap IKMR terus menjadi perekat sosial dan kekuatan pembangunan, serta memberi kontribusi bagi masyarakat Manggarai dan Nusa Tenggara Timur. {}