DPD II  

Hadiri Prosesi Ngidih dan Mepamit Mahalini, Wayan Suyasa Mengaku Turut Bahagia

Berita Golkar – Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPD Golkar Badung, I Wayan Suyasa menghadiri prosesi Ngidih dan Mepamit penyanyi Mahalini. Suyasa sendiri juga merupakan teman ayah Mahalini yakni I Gede Suraharja di Partai Golkar.

Suyasa menyampaikan kehadirannya karena  undangan dari I Gede Suharja, rekan di Golkar dan ayahnya juga Anggota DPRD Badung terpilih 2024. Ia juga mengucapkan turut berbahagia untuk pasangan Rizky dan Mahalini.

“Saya selaku orang tua  dan salah satu sahabat bapaknya  Mahalini mengaku bersyukur keberadaan tentang  kehidupan yang tentunya bagi kami anugerah Maha Pencipta mengarungi bahtera kehidupannya. Ini berkah yang berdasarkan dari rasa hati,  cinta dan bisa berjalan sesuai  yang mereka harapkan,” kata Suyasa pada, Minggu 5 Mei 2024.

Suyasa mengaku bangga performa Mahalini dan keluarga, orang tuanya peduli dengan anak-anaknya. Menurutnya, itu menjadi bekal dalam menjalankan kehidupannya selanjutnya. Lebih jauh diterangkan, proses ngidih kemarin, dilaksanakan pada hari baik sesuai kepercayaan di Bali. Disaksikan pengurus  desa adat maupun kepala lingkungan desa dinas setempat.

“Disaksikan leluhur beliau, beliau melakukan bahtera rumah tangga ini disaksikan oleh beliau yang Maha Kuasa dari manifestasi dan itu kepercayaan di rumah serta saksi dari skala  yakni masyarakat Bali. Masyarakat antusias membantu proses pernikahannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Penyanyi Mahalini lakukan pembersihan/penyucian dan otonan terakhir di hari Mepamit nya pada, Minggu 5 Mei 2024.

Ida Mpu Rastra Dwijananda selaku salah satu saksi upacara Mepamit Mahalini mengatakan sebelum Mahalini masuk ke agama suaminya nanti maka dilakukan upacara pembersihan dan otonan terakhir.

“Dia (Mahalini) kan menikah dengan beda agama tapi secara Hindu dia dilaksanakan upacara karena dia akan masuk ke agama suaminya jadi diadakan pembersihan seperti otonan lahir di hari lahir nya diadakan upacara Hindu setelah ini dilanjutkan di Jakarta,” katanya.

Mepamit ini merupakan pengesahan secara Hindu saja. Untuk acara pernikahan selanjutnya akan disahkan secara agama suami. Atau bisa dikatakan ini tahapan perempuan Bali sebelum menikah. Pembersihan secara tradisi orang Bali ini merupakan tanggung jawab dari orangtua anak perempuan sebelum anak menikah. {sumber}