DPP  

Hasil Terbaru Survei Indikator: Elektabilitas Partai Golkar 11,2%, Berada Di Posisi Tiga

Berita Golkar – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia juga merilis elektabilitas partai-partai politik peserta Pemilu 2024. Survei menunjukkan PDIP masih di puncak, diikuti Gerindra.

Survei ini digelar 30 Desember hingga 6 Januari sebelum debat ketiga Pilpres 2024. Survei melibatkan basis 1.200 orang dari seluruh provinsi Indonesia. Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka.

Selain 1.200 sample, Indikator Politik juga melakukan penambahan responden di 13 Provinsi yakni di Aceh, Sumut, Sumsel, Lampung, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Banten, Bali, NTT, Sulut, dan Sulsel. Sehingga total responden menjadi 4.560. Margin of eror 2% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Para responden ditanyakan, ‘Jika pemilihan anggota DPR RI diadakan sekarang ini, partai atau calon dari partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih di antara partai berikut ini?’. Hasilnya, elektabilitas PDIP 20%, Gerindra 18,1%, Golkar 11,2%.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menerangkan pihaknya juga melakukan survei dengan metode via telepon ke responden. Namun hasil survei tersebut akan dirilis nanti.

Dia menyebut ada sedikit perbedaan dari hasil survei via telepon. Dia menyebut hasil survei via telepon Gerindra sedikit di atas PDIP.

“Geridra sedikit di atas PDIP, survei telepon itu mengecualikan 17 persen warga yang tak punya HP, dan umumnya yang tidak punya HP itu agak bias ke pendukung PDIP di basis-basis desa. Jadi survei telepon merugikan PDIP, kalau survei tatap muka PDIP masih sedikit di atas Gerindra, meski trennya turun. Ini alarm buat PDIP karena keinginan mencapai hattrick kemenangan di 2024 itu terancam oleh kehadiran Gerindra yang performanya meningkat,” jelasnya.

Berikut elektailitas parpol peserta Pemilu 2024 dengan simulasi lambang dan nama partai:

PDIP 20%
Partai Gerindra 18,1%
Partai Golkar 11,2%
PKB 9,1%
Partai NasDem 6,9%
PKS 6,2%
Partai Demokrat 4,6%
PAN 4,2%
PPP 2,8%
PSI 1,4%
Partai Perindo 0,9%
Partai Hanura 0,4%
Partai Ummat 0,4%
Partai Gelora 0,3%
Partai Buruh 0,1%
PBB 0,1%
Partai Garuda 0,0%
PKN 0,0%
TT/TJ 13,2%

Adapun Burhanuddin membeberkan data elektabilitas paprol dengan simulasi surat suara Pemilu 2024. Hasilnya berbeda dengan elektabilitas parpol dengan simulasi lambang dan nama parpol.

“Ketika pakai simulasi surat suara itu ada nama caleg yang disodorkan dan itu membantu elektabilitas partai, tapi ada juga partai yang calegnya kurang populer, sehingga elektabilitasnya sedikit turun, tapi masih dalam margin of error,” jelasnya.

Berikut elektailitas parpol peserta Pemilu 2024 dengan simulasi surat suara:

PDIP 21,5%
Partai Gerindra 17,3%
Partai Golkar 11,1%
PKB 9,2%
Partai NasDem 6,7%
PKS 5,9%
Partai Demokrat 5,6%
PAN 4,4%
PPP 2,5%
PSI 1,7%
Partai Perindo 0,7%
Partai Gelora 0,4%
Partai Hanura 0,3%
Partai Buruh 0,3%
PBB 0,2%
Partai Ummat 0,2%
Partai Garuda 0,1%
PKN 0,1%
TT/TJ 11,8% {sumber}