11 Februari 2020

Berita Golkar - Sejumlah aset milik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dipertanyakan. Adalah Dewi Asmara, anggota Komisi IX Fraksi Partai Golkar ini menanyakan keberadaan aset-aset tersebut kepada Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto.

Dewi mengatakan, jumlah aset yang dimiliki Jamsostek banyak sekali diantaranya investasi di bidang Properti.

“Aset-aset Jamsostek itu banyak sekali investasi yang dilakukan secara benar, setengah benar, investasi di masa lalu yaitu tentang properti baik secara langsung ataupun penyertaan,” ujar Dewi Asmara saat rapat di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (10/2).

Baca Juga: Misbakhun Cecar BEI Tak Mampu Awasi Kasus Saham Gorengan Jiwasraya

Legislator dapil Jabar II ini lantas mempertanyakan kemana aset-aset BPJS Ketenagakerjaan yang dulunya masih disebut Jamsostek, namun diubah lagi menjadi BP Jamsostek.

“Kalau yang benar mungkin masih ada, yang kurang benar mungkin dengan tahun yang sudah berjalan sudah dipertahankan tapi kemana itu semua asetnya,” tanya dia.

Selain itu, Dewi juga menanyakan tentang PT. Bijak perusahaan dibawah naungan BPJS. Menurutnya perusahaan tersebut seharusnya dileburkan sehingga tidak perlu lagi membuat perusahaan terpisah seperti itu.

Baca Juga: Misbakhun Ajak Masyarakat Kota Pasuruan Waspadai Investasi Bodong

“PT Bijak ini kan terbentuk saat Jamsostek masih berbadan hukum bumn atau apapun lah waktu itu atapun Perseroan dan itu boleh. Pada saat sekarang seharusnya pada saat itu bukannya harus sudah meleburkan diri atau dilikuidasi,” paparnya. {monitor.co.id}

fokus berita : #Dewi Asmara


Kategori Berita Golkar Lainnya