Indeks Literasi Naik 11 Persen, Gubernur Kepri Ansar Ahmad Tegaskan Pentingnya Bahasa Indonesia

Berita Golkar – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, terus mendorong penguatan literasi bahasa di tengah masyarakat Provinsi Kepri.

Ia menegaskan pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sebagai identitas sekaligus pemersatu bangsa.

Pemerintah Provinsi Kepri telah membentuk berbagai tim pendukung untuk menyukseskan hal tersebut. Tim itu meliputi tim pengawas, tim pembinaan, hingga kolaborasi intensif dengan Kantor Bahasa Provinsi Kepri.

“Kita terus berkolaborasi untuk meningkatkan literasi bahasa ini,” katanya, kepada hariankepri.com, Rabu (28/1/2026).

Ia menyebut, upaya peningkatan literasi bahasa itu memberikan hasil yang cukup menggembirakan. “Indeks literasi kita pada tahun 2024 mencapai 73 persen lebih, naik 11 persen jika kita bandingkan dengan capaian tahun 2023,” tuturnya.

Mantan Bupati Bintan dua periode ini juga memaparkan strategi jemput bola melalui program-program kreatif.  Salah satunya adalah mengintegrasikan literasi bahasa ke dalam program Kesbangpol Goes to School.

Selain itu, ia turut berencana memperbanyak himbauan edukatif dan menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota di seluruh wilayah Kepri. “Kita ingin masyarakat mulai terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Ansar turut mengingatkan, bahwa UNESCO telah mengakui Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional ke-10 pada November 2023 lalu.

Pengakuan dunia ini, kata dia, harus menjadi pemacu semangat masyarakat dalam menjaga martabat bahasa nasional. Apalagi, Provinsi Kepri memiliki catatan sejarah panjang sebagai tempat lahirnya bahasa pemersatu bangsa.

Ansar menilai masyarakat Kepri memegang tanggung jawab moral yang besar untuk terus melestarikan warisan tersebut. “Kepri punya sejarah panjang soal lahirnya bahasa pemersatu ini, dan itu harus kita jaga,” pungkasnya. {}