Berita Golkar – Sekjen Partai Golkar, Sarmuji merespons soal dua kader partai beringin di Bali yang memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Adapun kedua kader tersebut yakni I Wayan Suyasa dan I Komang Suarsana. Suyasa adalah eks Ketua DPD II Golkar Badung, sementara Suarsana adalah pengurus Partai Golkar di Bali.
Sarmuji menegaskan bahwa dinamika keluar-masuk kader adalah bagian dari “hukum alam” politik, terutama di partai dengan tingkat kompetisi tinggi seperti Golkar.
“Itu sebenarnya hukum alam saja. Yang tidak kuat lagi bersaing di persaingan yang ketat akan mencari tempat yang persaingannya lebih rendah. Bertahan di Golkar mungkin merasa berat, lalu mencari tempat lain,” ujar Sarmuji kepada Tribunnews, Minggu (25/1/2026).
Dia menegaskan, kompetisi di Golkar memang tidak mudah, apalagi banyak kader baru bermunculan yang menurutnya punya kualitas yang tidak kalah bagus.
Di sisi lain, Sarmuji justru menilai Golkar tetap menjadi magnet bagi kader dari partai lain.
“Kalau ditanya mengapa mereka masuk ke Golkar, karena ingin merasakan masuk ke liga utama dengan persaingan yang lebih tinggi,” katanya.
Meski demikian, Sarmuji menegaskan bahwa Golkar tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun.
“Tapi kalau ada yang memilih tempat lain karena tingkat persaingannya kurang, kan tidak bisa kami halangi,” pungkasnya.
Sejumlah nama yang sudah malang melintang di dalam dunia perpolitikan baik di tingkat nasional maupun lokal pun kini menjadikan PSI sebagai kendaraan politik menghadapi pemilu 2029.
Misalnya Bupati Penukal Abab Lematang Ilir dua periode (2016-2025) Heri Amalindo yang menyeberang ke PSI. Heri Amalindo sebelumnya merupakan kader PDIP.
Dan masih ada lagi kader PDIP di daerah lainnya yang pindah ke PSI, misalnya:
Mantan Ketua DPRD Ogan Komering Ilir (OKI)/ Ketua DPC PDIP Kabupaten OKI Abdiyanto;
Ginda Ferachtriawan (anggota DPRD Kota Surakarta Fraksi PDIP 2019–2024);
Dyah Retno Pratiwi (anggota DPRD Kota Surakarta Fraksi PDIP 2019–2024);
Wawanto (anggota DPRD Kota Solo dua periode dari Fraksi PDIP, Wawanto, 2014-2024).
Teranyar Calon Bupati Badung 2024-2029 yang juga mantan Ketua DPD Golkar Kabupaten Badung I Wayan Suyasa resmi pindah ke PSI.
Sebelumnya mantan elite DPP Partai NasDem Ahmad Ali dan Bestari Barus pun menyeberang dan kini sudah menjadi pengurus pusat PSI. {}











